Kecil, bulat, lucu lagi. Coba tebak, ikan apa hayo? Yup, tepat sekali. Ini tentang si ikan buntal kerdil yang menggemaskan.

Sesuai dengan namanya, ikan buntal kerdil memang berukuran kecil. Mereka hanya bisa tumbuh hingga ukuran 1,4 inci, atau sama dengan 3,5 cm saja! Wow, jauh sekali dengan kerabatnya, ikan buntal mbu, yang diketahui bisa mencapai 75 cm.

Nah, kalau kamu penasaran tentang ikan hias satu ini, kamu bisa baca profil lengkap tentangnya di sini. Yuk, simak sama-sama.

Kenalan dengan Ikan Buntal Kerdil

Berkenalan dengan Ikan Buntal Kerdil
www.Thesprucepets.com

Ada banyak hal yang harus kamu kenali dari ikan buntal kerdil. Mulai dari ragam variasi namanya, klasifikasi, habitat asli, ciri-ciri, dan masih banyak lagi. Kita bahas mulai dari namanya, yuk!

#1. Variasi Nama

Ikan buntal kerdil (dwarf pufferfish), ikan buntal mini, ikan buntal india, pea pufferfish, pygmy pufferfish, dan malabar pufferfish. Sejatinya, mereka semua merupakan satu spesies ikan yang sama, dengan kode nama ilmiah Carinotetraodon travancoricus.

#2. Klasifikasi

Merupakan salah satu spesies terkecil di keluarga ikan buntal, sehingga digolongkan ke dalam genus Carinotetraodon, yang mana genus ini merupakan pengelompokkan khusus untuk ikan-ikan buntal air tawar berukuran kecil.

Klasifikasi lengkapnya bisa kamu cek dalam tabel berikut, ya:

KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasActinopterygii
OrdoTetraodontiformes
KeluargaTetraodontidae
GenusCarinotetraodon
SpesiesCarinotetraodon travancoricus

#3. Status Konservasi

Terkait status konservasinya di alam, ikan buntal kerdil sebetulnya tergolong spesies rentan (IUCN: VU; Vulnerable). Keberadaannya di alam sudah terancam, kecuali jika mereka memperoleh penanganan yang baik terkait keselamatan dan perkembangbiakannya.

Meski begitu, untungnya spesies ini termasuk di antara segelintir jenis ikan buntal yang sudah dapat dikembangbiakkan. Jadi, jika kamu berniat untuk mengadopsinya, sebisa mungkin pastikan bahwa ikan yang kamu pelihara adalah hasil ternakan, bukan hasil tangkapan alam.

#4. Habitat Asli

Ikan buntal kerdil merupakan jenis ikan buntal air tawar, yang bisa ditemukan di sungai-sungai, danau, serta tempat berair tawar lainnya. Meski begitu, kadang mereka juga ditemukan di area muara sungai.

Asalnya dari India, dan dapat dikatakan merupakan endemik daerah setempat. Mereka tersebar ke berbagai tempat di sana, seperti sungai Chalakudy, sungai Pampa, sungai Kabini, sungai Periyar, sungai Vamanapuram, dan lain sebagainya.

#5. Ciri-Ciri

Diciri-khaskan dengan ukuran tubuhnya yang super kecil. Sempat disinggung tadi, kalau ikan buntal jenis ini hanya bisa tumbuh hingga 3,5 cm saja. Bahkan, mungkin mereka jugalah yang menempati posisi sebagai yang terkecil dalam genusnya sendiri.

Warna kuning dominan di tubuhnya, serta terdapat corak hijau ke arah hitam di bagian sisinya. Corak tersebut berbentuk agak bulat, meski tidak dapat dikatakan lingkaran sempurna. Selain itu, biasanya jantan memiliki warna yang lebih cerah ketimbang betinanya.

Kalau kamu lihat fotonya, sekilas mungkin terlihat mirip seperti green spotted puffer. Bahkan foto-foto yang beredar di internet pun banyak tertukar antara keduanya. Namun tentu saja mereka tak sama. Saat melihatnya langsung dengan lebih seksama, perbedaannya dapat terlihat lebih nyata.

#6. Perilaku

Berbeda dari kebanyakan jenis ikan buntal lainnya, ikan buntal kerdil ternyata tidak seagresif kerabat-kerabatnya, lho. Sebab, di alam liar, mereka kadang didapati hidup dalam sebuah kawanan, sehingga menjadikannya terlihat sangat bersosial.

Oleh karena itu, mereka lebih asyik dipelihara dalam kelompok, yang setidaknya terdiri dari 6 ekor individu jenis ini. Sebisa mungkin, jumlah betina juga lebih banyak dari jantannya, dengan perbandingan kurang lebih 2:1.

Meski begitu, bukan berarti mereka sama sekali tidak agresif. Karakter agresif dan teritorial itu masih ada. Namun biasanya, ini ditunjukannya ketika mereka dipelihara kurang dari 6 ekor, atau dicampur dengan spesies ikan lain.

#7. Diet

Meski berukuran kecil, mereka merupakan karnivora, lho. Mereka mengonsumsi krustasea dan moluska kecil, bahkan hingga zooplankton juga. Sedangkan di penangkaran, mereka juga kadang diberi pakan cacing darah, ikan, dan udang potong.

Cara Memelihara Ikan Buntal Kerdil

Cara Merawat Ikan Buntal Kerdil
Pinterest

Barusan kita sudah kenalan dengan ikan buntal kerdil, nih. Sekarang, kita pelajari lebih jauh soal cara memeliharanya, yuk. Ini dia bahasannya:

#1. Hal yang Harus Dipehatikan Saat Membeli Ikan Buntal Kerdil

Ingat kalau status konservasi ikan buntal kerdil sudah diketagorikan rentan di alam, kan? Nah, karena itu, sejak awal membelinya pun, kita ditekankan untuk lebih selektif lagi. Sebisa mungkin, pastikan ikan yang kita beli merupakan ikan hasil ternakan, ya.

Itu satu. Kedua, hal yang perlu menjadi pertimbangan selanjutnya adalah jumlah ikan yang akan dibeli. Untuk menekan keagresifan dan mendorongnya dapat hidup dalam kawanan, setidaknya kamu harus memelihara ikan ini sebanyak 6 ekor, atau lebih banyak lagi.

Bagaimana jika kurang? Khawatirnya tadi, di mana karakter agresif dan teritorialnya itu bangkit kembali, sehingga malah saling berkelahi antara satu sama lain. Sedangkan jika memelihara 1 ekor saja, keindahannya akan sulit dinikmati, mengingat ukurannya yang terbilang sangat kecil.

Sisanya, kamu mungkin hanya perlu memperhatikan hal-hal standar saja. Misalnya, memastikan ikan yang dibeli dalam keadaan sehat dan tidak cacat, memiliki nafsu makan yang baik, coraknya cantik, aktif, dan lain sebagainya.

#2. Persiapan Akuarium Ikan Buntal Kerdil

Selanjutnya, kita beralih ke akuarium. Persiapan di sini setidaknya meliputi tiga hal, yaitu:

  • Seberapa besar akuarium yang harus digunakan
  • Konsep dekorasi seperti apa yang akan diterapkan
  • Serta soal sistem filtrasi.

Ukuran Akuarium

Pertama soal ukuran. Kamu membutuhkan akuarium yang dapat menampung paling tidak 60 liter air. Ini dengan asumsi jumlah ikan yang dipelihara adalah 6 ekor, ya. Kalau lebih, maka ukuran akuarium perlu ditingkatkan lagi.

Dekorasi

Sebagai ikan buntal, jenis ini termasuk salah satu yang paling sering dipilih untuk meramaikan aquascape. Beberapa penghobi yang telah mencoba juga mengatakan, bahwa ikan buntal jenis ini bahkan bisa hidup dalam tank yang memiliki kandungan CO2.

Namun poin terpentingnya ialah, ikan buntal kerdil membutuhkan konsep akuarium dengan banyak dekorasi penghalang. Salah satu tujuannya, ialah guna memecah garis pandang, jika seandainya terjadi perkelahian kecil antara kawanan ikan buntal yang dipelihara.

Selain itu, mereka juga tipe ikan yang senang mengeksplor hingga ke sela-sela penghalang. Bukan tipe peluncur cepat, atau yang gemar melawan derasnya arus.

Pun begitu di habitat aslinya, yang memang dihiasi oleh dedaunan jatuh, batang pohon yang tumbang, ditumbuhi oleh tanaman, dan banyak hal lainnya sebagai penghalang alami di sana.

Nah, untuk itu, kamu bisa berkreasi sekreatif mungkin dalam hal ini. Silakan coba ramaikan dekorasi akuarium kamu dengan batu, kayu, tanaman, juga substrat, untuk dijelajahi oleh kawanan ikan buntal kerdil di dalamnya.

Sistem Filtrasi

Filter harus mumpuni, namun tidak menimbulkan arus yang terlampau deras. Meski kecil, tubuh mereka bulat. Tidak hidrodinamik, dan tidak pula mampu berenang cepat. Mereka tidak didesain untuk hidup melawan kerasnya ombak.

Mumpuni dalam artian memiliki kemampuan penguraian biologis yang optimal. Jangan lupa kalau mereka adalah tipe ikan yang berantakan, di mana saat makan akan meninggalkan banyak sisa. Karena itulah penting sekali untuk mengoptimalkan media filtrasi.

#3. Perawatan Rutin Ikan Buntal Kerdil

Setelah ikan buntal kerdil menghuni rumah barunya, maka proses pemeliharaan sejatinya baru saja dimulai. Tahap inilah yang bakal menjadi rutinitas kamu sebagai aquarist ke depannya.

Nah, secara garis besar, ada dua hal yang perlu kamu perhatikan di sini. Pertama, ialah soal pola pemberian pakan. Kemudian yang kedua, yaitu bagaimana langkah yang harus dilakukan guna mempertahankan kondisi air, agar parameternya tetap sesuai.

Pemberian Pakan

Ingat makanan apa saja yang biasa dikonsumsi ikan ini? Yup, di antaranya meliputi moluska, krustasea, zooplankton, dan banyak lagi.

Nah, makanan-makanan ini harus kamu variasikan, ya. Jangan hanya diberi satu jenis pakan saja. Ini bertujuan untuk mengetahui apa pakan favoritnya, serta utamanya guna menyempurnakan asupan gizi yang harus mereka dapatkan.

Poin yang perlu digarisbawahi saat memelihara ikan buntal adalah pemeliharaan gigi, di mana hal ini erat kaitannya dengan pemberian pakan. Mereka perlu menggigit pakan-pakan keras, untuk menumbuk pertumbuhan giginya yang sangat kuat itu.

Biasanya, siput-siput berukuran kecil bisa menjadi pilihan. Alternatifnya, dari referensi yang kami dapatkan, pakan berupa kutu air daphnia juga sudah cukup baik dalam membantu perawatan gigi untuk ikan buntal jenis ini.

Perawatan Air

Sistem filtrasi adalah wajib, bahkan sistemnya harus dibuat seefektif mungkin. Namun di samping itu, air tetap harus dipelihara sepanjang waktu. Kamu perlu memastikan agar air dalam akuarium tetap sesuai dengan parameter yang dibutuhkan ikan buntal kerdil.

Cek parameter air bagi ikan buntal kerdil dalam tabel berikut ini:

pH6,8 sampai 8,3
Temperatur22 sampai 26 °C

Catatan: Saat musim panas, ikan buntal kerdil bahkan diketahui bisa bertahan di sungai-sungai dengan suhu air yang mencapai 33°C.

Sebetulnya masih banyak lagi parameter lainnya. Namun setidaknya, dua parameter di atas adalah yang paling harus mendapat perhatian.

Penggantian air bisa kamu lakukan paling tidak seminggu sekali, dengan mengganti 30 sampai 50 persen total air. Pastikan sumber air baru yang digunakan, apakah sudah sesuai dengan parameter yang diperlukan atau belum.

Harga Ikan Buntal Kerdil

Berapa Harganya?
www.Imcorp.jp

Apakah harga ikan buntal kerdil mahal? Tenang saja, harganya di pasaran Indonesia sangat terjangkau, kok. Bahkan, harganya tersebut jauh lebih murah, jika dibandingkan dengan ikan buntal fahaka dewasa atau anakan ikan buntal raksasa.

Setelah kami cek di beberapa marketplace online, harga ikan buntal kerdil rata-rata berada di angka 30 ribu rupiah saja. Harga di toko offline mungkin berbeda, dan biasanya akan dipengaruhi juga dengan lokasi (kota) di mana ikan tersebut dijual.

Dengan asumsi harga Rp. 30.000,- per ekor, maka setidaknya kamu membutuhkan budget Rp. 180.000,- untuk membeli kawanan ikan buntal kerdil berjumlah 6 ekor. Siapkan saja dana sekitar Rp. 200.000,- untuk berjaga-jaga.

Catatan: Perhitungan budget di atas belum termasuk akuarium, dekorasi, pakan, dan lain sebagainya yang juga perlu kamu siapkan.

Akhir Kata

Jadi, Tertarikkah Kamu Memelihara Ikan Buntal Kerdil?
www.Fishkeepingworld.com

Nah, seperti itulah profil menarik tentang si ikan buntal kerdil. Jadi, setelah membaca artikel ini, apakah kamu semakin tertarik untuk memeliharanya? Yuk, ceritakan pandanganmu tentang ikan ini melalui kolom komentar di bawah.

Semoga bermanfaat.