Tahukah kamu jenis ikan buntal bintik hijau? Yup, mereka merupakan salah satu jenis puffer yang cukup banyak di pasaran Indonesia.

Sayangnya, nggak sedikit aquarist yang mengeluhkan ikan ini mati, lho. Kira-kira apa sebabnya, ya? Apakah memang ikan ini termasuk yang sulit dipelihara? Atau, jangan-jangan perawatannya sendiri juga belum tepat?

Nah, untuk menjawab keheranan tersebut, sebaiknya kita kenali dulu lebih jauh tentang ikan buntal bintik hijau ini. Yuk, simak bahasannya di sini!

Mengenal Ikan Buntal Bintik Hijau

Kenalan dengan Ikan Buntal Bintik Hijau
Wikipedia

Di sini, kita akan coba mengenali ikan buntal bintik hijau sedetail mungkin. Mari kita mulai dari penamaan ikan ini.

#1. Nama dan Klasifikasi

Ada beberapa nama populer untuk ikan ini, yang sebetulnya masih mirip-mirip antara satu sama lain. Ikan buntal bintik hijau adalah salah satunya. Ada juga yang menyebutnya ikan buntal tutul hijau, ikan buntal totol hijau, buntal macan tutul, dan lain sebagainya.

Di kalangan aquarist yang sudah lebih akrab dengan dunia puffer, mereka lebih sering menyebut ikan ini dengan namanya dalam bahasa Inggris, yakni green spotted puffer, atau bisa juga disingkat GSP.

Ikan ini sempat mengalami perubahan nama ilmiah dan pengklasifikasian. Dulunya ikan ini memiliki nama ilmiah Tetraodon nigroviridis dari genus Tetraodon, sedangkan saat ini berganti menjadi Dichotomyctere nigroviridis dari genus Dichotomyctere.

Supaya lebih jelas, kamu bisa melihat langsung klasifikasi ikan ini dalam tabel berikut:

KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasActinopterygii
OrdoTetraodontiformes
FamiliTetraodontidae
GenusDichotomyctere
SpesiesDichotomyctere nigroviridis

#2. Habitat Asli dan Daerah Penyebaran

Jenis ikan buntal yang dapat ditemukan di beberapa perairan Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Jadi, nggak heran ya, kenapa ikan buntal jenis ini termasuk salah satu yang paling populer di Indonesia.

Nah, kamu mungkin pernah mendengar kalau ikan ini termasuk jenis ikan buntal air tawar, bukan? Padahal, kenyataannya hal ini tidak 100% tepat, lho. Mereka lebih sering mendiami daerah-daerah berair payau seperti muara sungai, bahkan hingga memasuki area pesisir pantai.

Memang sih, mereka juga bisa bertahan sementara di air tawar, namun tetap saja ini bukan tempat utamanya. Mereka lebih tepat jika dikatakan sebagai ikan buntal air payau, atau bolehlah kalau kamu ingin menyebutnya semi air tawar.

Selain itu, mereka juga diketahui akan berpindah tempat ke perairan yang lebih asin seiring usianya. Ikan buntal dewasa bahkan dapat kamu temui di tempat-tempat yang sejatinya sudah masuk ke dalam area laut.

Di antara habitat ikan buntal jenis ini meliputi:

  • Sungai, utamanya di muara berair payau, meski terkadang ditemukan juga di air tawar
  • Area hutan bakau
  • Pesisir pantai
  • Dan lain sebagainya

#3. Perawakan dan Kemampuan

Ikan buntal bintik hijau memiliki perawakan yang menarik. Bentuk tubuhnya membulat, berwarna hijau cerah, dan ditambah lagi dengan motif bulat-bulat di permukaan kulitnya. Ukurannya terbilang kecil, karena hanya bisa tumbuh hingga 17 cm saja.

Kulitnya memang cantik, tapi mereka tidak memiliki sisik. Selain itu, mereka juga tidak memiliki penutup insang. Akibatnya, mereka menjadi sangat rentan terhadap serangan penyakit dan dampak buruk akibat amonia.

Bukan puffer namanya kalau tidak bisa menggembungkan diri. Mereka bisa menelan udara atau air untuk meningkatkan ukuran tubuhnya hingga 2-3 kali lipat dari normalnya. Saat kondisi ini terjadi, duri-duri kecil di tubuhnya juga akan ikut menonjol keluar sebagai perisai ganda.

#4. Sifat Ikan Buntal Bintik Hijau

Seekor karnivor, predator, yang juga agresif dan temperamen. Seperti itulah karakter ikan buntal bintik hijau. Karena sifatnya itu, mereka sebaiknya dipelihara sendiri, atau justru dalam jumlah banyak sekaligus untuk menekan keagresifannya tadi.

Kalau kamu ingin memeliharanya bersama ikan lain, pertimbangkan untuk menggabungnya dengan jenis ikan yang kuat dan mampu berenang cepat. Hindari untuk menggabungkan ikan ini dengan ikan bersirip panjang, kecuali kalau kamu siap mendapati ekor tersebut hancur terkoyak.

Cara Memelihara Ikan Buntal Bintik Hijau

Cara Merawat Ikan Buntal Bintik Hijau
Inaturalist.ca

Banyak aquarist pemula yang menganggap bahwa ikan buntal bintik hijau itu gampang mati. Hal tersebut memang sangat mungkin terjadi, khususnya jika si aquarist belum paham bagaimana cara memelihara ikan ini dengan benar.

Oleh karena itu, supaya resiko tersebut bisa diminimalisir, mari kita sama-sama pelajari dulu tentang cara merawat ikan ini di sini. Berikut pembahasannya:

#1. Akuarium Bagi Ikan Buntal Bintik Hijau

Ikan buntal bintik hijau idealnya dipelihara di dalam akuarium yang mampu menampung 30-55 galon air. Misalnya, kamu bisa memelihara ikan ini di akuarium berukuran 80 x 50 x 40 cm, yang mana akuarium seukuran ini cukup mudah ditemukan di pasaran Indonesia.

Jangan pelihara ikan ini di dalam akuarium polosan, ya. Kamu harus menghiasnya dengan substrat dan penghalang, serta mengaturnya sedemikian rupa agar terdapat ruang terbuka dan tempat persembunyian di dalamnya.

Ingat! Karena ikan ini rentan terhadap penyakit dan amonia, maka kamu juga harus mementingkan sistem filtrasinya. Mulai dari pompa dengan daya sedot yang mumpuni, kematangan media fitrasi, dan secara berkala mengganti media yang perlu diganti.

#2. Pakan Ikan Buntal Bintik Hijau

Meski tubuhnya mungil, ikan buntal bintik hijau adalah seekor karnivora. Di alam liar, mereka biasa mengonsumsi berbagai jenis moluska, krustasea, dan hewan invertebrata lainnya. Meski demikian, mereka juga kadang didapati memakan detritus dan tanaman vaskular.

Bagaimana saat dipelihara? Pakan seperti apakah yang cocok diberikan untuknya? Berikut pilihannya:

  • Pelet karnivora
  • Cacing beku
  • Udang potong
  • Keong hama
  • Dan lain sebagainya

Kamu bisa memvariasikan makanan di atas untuk melengkapi kebutuhan gizinya. Jangan lupa untuk memberinya pakan bercangkang atau berkulit keras juga, dalam upaya merawat giginya yang dikenal tajam itu.

#3. Perawatan Air

Meski sudah menggunakan sistem filtrasi yang baik, bukan berarti masalah air luput dari perawatan rutin. Kondisi air harus dicek dan dirawat secara berkala, agar tetap sesuai dengan parameter yang dibutuhkan oleh ikan buntal jenis ini.

Berikut parameter air yang dibutuhkan oleh ikan buntal bintik hijau:

Suhu25-28 °C
pH7,5-8,2
Hardness9-19 dGH
Salinitas1,004 – 1,022

Salinitas, inilah salah satu parameter yang perlu digarisbawahi. Sederhananya, salinitas merupakan parameter yang menunjukkan tingkat keasinan atau kadar garam terlarut dalam air.

Mengapa salinitas penting bagi ikan buntal bintik hijau? Alasannya tadi, karena mereka merupakan jenis puffer air payau. Bukan fitrahnya bagi ikan ini untuk dipaksakan hidup dalam air tanpa kandungan garam.

Kamu bisa gunakan garam khusus untuk membuat air laut buatan. Ingat! Bukan sembarang garam, ya. Harus garam yang memang diperuntukkan dalam hal ini. Sebab, garam ini memiliki kandungan mineral lain, sebagaimana yang terkandung dalam air laut asli.

Satu lagi, jangan lupa untuk mengukur salinitasnya. Pastikan salinitas dalam larutan air yang dibuat, sesuai dengan parameter yang dibutuhkan oleh ikan ini. Jangan terlalu irit, dan jangan pula berlebih.

Terakhir, penggantian air juga perlu dilakukan secara berkala, demi menjaga kebersihan air yang dihuni oleh ikan peliharaan kamu. Misalnya seminggu sekali. Kamu cukup membuang 50% air akuarium, kemudian mengisinya dengan air payau yang baru.

Ikan Buntal Bintik Hijau Rentan Mati?

Kenapa Cepat Mati?
National Geographic

Kamu mungkin sudah pernah memelihara ikan buntal bintik hijau sebelumnya, meski akhirnya mati. Padahal, usia ikan yang dipelihara tergolong masih sangat baru. Ada yang dalam 1-2 minggu, bahkan ada yang hanya dalam hitungan hari saja.

Biar kami tebak. Apakah sebelum kematiannya, ikan buntal yang kamu pelihara itu mengalami perubahan warna, di mana bagian perut yang seharusnya putih itu, semakin hari semakin gelap menghitam saja?

Satu lagi. Pasti kamu memelihara ikan ini dengan air tawar biasa, bukan?

Penyebab kematian memang sangat umum sifatnya. Namun ternyata, kasus-kasus seperti ini sering sekali terjadi, dan biasanya disebabkan karena kondisi yang sama.

Iya, maraknya kasus kematian dini pada jenis ikan buntal ini, sering kali disebabkan karena anggapan pemiliknya yang keliru. Banyak di antara kita yang menganggap ikan ini merupakan ikan air tawar seperti ikan hias pasaran lainnya, padahal tidak.

Sekali lagi, ikan buntal jenis ini hanya bisa dipelihara di air payau! Mereka masih bisa bertahan selama beberapa waktu di air tawar, namun tidak selamanya.

Ikan buntal yang berukuran kecil diketahui lebih toleran terhadap air tawar, sedangkan ketika semakin beranjak dewasa justru semakin membutuhkan kandungan garam dan mineral laut yang lebih tinggi.

Ketika warna perutnya sudah semakin hitam, maka sejatinya kondisi fisik mereka sudah semakin tak sehat pula. Warna tersebut akan semakin gelap seiring menurunnya kondisi kesehatan mereka, dan akan mendekati ajalnya dalam jangka waktu 1-2 minggu saja.

Nah, sekarang jangan sampai salah paham lagi, ya!

FAQ: Sering Ditanyakan Tentang Ikan Buntal Bintik Hijau

Tanya Jawab Tentang Ikan Buntal Bintik Hijau
http://aquariadise.com/

Sampai tahap ini, kamu seharusnya sudah lebih mengenal tentang ikan hias satu ini. Meski begitu, kamu mungkin masih memiliki beberapa pertanyaan tentangnya, nih.

Untuk itu, coba baca dulu beberapa pertanyaan berikut. Pertanyaan-pertanyaan tersebut, merupakan pertanyaan yang sering diajukan seputar ikan ini. Siapa tahu bisa menjawab apa yang masih belum kamu pahami.

#1. Bisakah Ikan Buntal Bintik Hijau Dipelihara di Air Tawar?

Sayangnya hal ini tidak bisa dilakukan. Kecuali (mungkin) kamu membeli ikan buntal bintik hijau yang sudah diadaptasikan di air tawar dengan trik-trik tertentu.

Catatan: Kami masih memerlukan referensi yang lebih terpercaya mengenai seberapa efektifkah mengubah ikan buntal bintik hijau menjadi full air tawar.

#2. Bagaimana dengan Air Laut?

Di alam liar, ikan buntal bintik hijau dewasa kadang dijumpai di perairan yang sudah memasuki area laut. Karena itu, beberapa aquarist berani memelihara ikan ini di dalam akuarium dengan setup full marine, dan dengan percaya diri mengatakan bahwa ikannya baik-baik saja.

Meski begitu, sebaiknya pemeliharaan tetap dilakukan secara bertahap, ya. Mulai dari memeliharanya di air payau dulu, kemudian mengadaptasikannya secara perlahan ke air laut. Dengan ini, mereka memiliki waktu untuk menyesuaikan diri.

#3. Kenapa Kulitnya Menghitam?

Kondisi ini biasa terjadi ketika ikan buntal bintik hijau dipelihara menggunakan air tawar. Semakin tidak sehat kondisinya, semakin hitam pula bagian bawah tubuhnya. Kamu harus memelihara ikan ini dengan parameter air yang sesuai, utamanya soal salinitas.

#4. Apakah Beracun?

Betul sekali. Banyak jenis ikan buntal yang memiliki racun di dalam tubuhnya. Racun tersebut tidak digunakan untuk menyerang musuh, namun predator yang memakannya akan terkena dampak dari racun yang ada, termasuk manusia sekalipun.

Jadi, jangan sekali-kali nekat mencicipi rasa ikan ini, ya!

#5. Apa Bisa Menggembung?

Pertanyaan ini sebetulnya sudah dijawab dalam salah satu bahasan di atas. Bukan “puffer” namanya kalau tidak bisa “puffing up” (menggembung). Mereka mampu menghirup udara atau air, untuk mengembang hingga 2-3 kali ukuran aslinya.

#6. Tankmate Apa yang Direkomendasikan?

Pada dasarnya, ikan buntal bintik hijau sebaiknya dipelihara dalam single tank. Maksudnya, ikan ini tidak disarankan untuk dipelihara bersama ikan lain di dalam akuarium yang sama. Sebab, kebanyakan tankmate hanya akan dimakan begitu saja olehnya.

Meski begitu, jika kamu tetap ingin menggabung ikan ini, maka pilihlah tankmate secara hati-hati dan sebisa mungkin dapat dipelihara dalam paramter air yang sama. Beberapa aquarist menggabung ikan ini dengan ikan molly, archerfish, bumblebee goby, hingga jenisnya sendiri.

Catatan: Resiko kerusakan fisik atau kematian tankmate sangat mungkin terjadi.

#7. Berapa Lama Potensi Usianya?

Menurut beberapa referensi, ikan ini diketahui dapat hidup selama 10 sampai 15 tahun. Dengan rentang hidup selama ini, normalnya mereka akan tumbuh hingga ukurannya mencapai 15 cm, namun yang terbesar pernah ditemukan mencapai ukuran 17 cm.

#8. Bagaimana Cara Breeding-nya?

Bahkan untuk seorang expert sekalipun, nyaris tidak mungkin untuk mengawinkan ikan ini. Jangankan mengawinkan, untuk membedakan jenis kelamin pun belum ada cara yang memungkinkan.

Harga Ikan Buntal Bintik Hijau

Berapa Harganya?
Badmanstropicalfish.com

Ikan buntal bintik hijau merupakan jenis ikan buntal yang harganya cukup terjangkau. Ikan ini biasanya dijual di bawah 50.000 rupiah saja, meski tetap kembali lagi kepada pihak penjual dan seberapa besar ukurannya.

Lebih dari itu, mereka juga cukup mudah ditemukan di pasaran ikan hias Indonesia, lho. Jadi, kamu nggak akan terlalu kesulitan untuk memperolehnya. Sedangkan jika sulit mencarinya secara offline, maka kamu bisa membelinya secara online di sellerseller ikan hias terpercaya. Banyak, kok.

Akhir Kata

Seperti itulah pembahasan tentang ikan buntal bintik hijau pada kesempatan kali ini.

Sekarang, kamu sudah tahu kan, kenapa ikan buntal jenis ini dianggap rentan mati saat dipelihara? Yup, sebagian besar terjadi, karena si aquarist memang belum mengenali ikan ini dan belum paham bagaimana cara merawatnya dengan baik.

Oleh karena itu, kalau kamu ingin awet memeliharanya, maka mau tidak mau kamu harus mempersiapkan perawatan akuarium dengan setup air payau, serta memperhatikan poin-poin perawatan lainnya yang telah dibahas tadi.

Semoga bermanfaat.