Categories
Reptil

Kura-Kura Brazil: Hewan Peliharaan yang Menarik dan Mudah Dirawat

Kura-kura brazil adalah salah satu jenis kura-kura yang populer sebagai hewan peliharaan. Kura-kura ini memiliki warna tempurung yang cantik, ciri khas berupa bercak merah di belakang mata, dan sifat yang jinak. Kura-kura brazil berasal dari Amerika Selatan, tetapi sekarang sudah menyebar ke berbagai negara karena mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Kura-kura brazil juga termasuk hewan omnivora, yang artinya bisa makan tumbuhan dan hewan. Jika kamu tertarik untuk memelihara kura-kura brazil, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang taksonomi, ciri fisik, perilaku, dan habitatnya. Yuk, simak ulasan berikut ini!

Taksonomi

Kura-kura brazil termasuk ke dalam ordo Testudines, yang berisi sekitar 250 spesies penyu. Kura-kura brazil adalah subspesies dari Trachemys scripta, yang memiliki tiga varian, yaitu T. s. elegans (slider bertelinga merah), T. s. scripta (slider perut kuning), dan T. s. troostii (slider Cumberland). Nama ilmiah kura-kura brazil adalah Trachemys scripta elegans, yang pertama kali diberikan oleh Wied-Neuwied pada tahun 1839. Nama umum kura-kura brazil berasal dari negara asalnya, yaitu Brasil, meskipun kura-kura ini juga ditemukan di Argentina, Paraguay, Uruguay, dan Bolivia. Nama lain kura-kura brazil adalah red-eared slider, karena adanya semburat warna merah tepat di belakang matanya sehingga menyerupai telinga berwarna merah¹.

Ciri Fisik

Kura-kura brazil memiliki ukuran tubuh yang bervariasi, tergantung pada jenis kelamin, usia, dan lingkungan. Kura-kura brazil jantan biasanya lebih kecil dari betina, dengan panjang tempurung antara 15-20 cm. Kura-kura brazil betina bisa mencapai panjang tempurung hingga 30 cm. Kura-kura brazil muda memiliki warna tempurung yang lebih cerah dan berkilau, sedangkan kura-kura brazil dewasa memiliki warna tempurung yang lebih gelap dan kusam. Kura-kura brazil memiliki tempurung yang berbentuk oval, dengan warna dasar hijau tua dan bintik-bintik kuning. Kura-kura brazil juga memiliki garis-garis kuning di sepanjang leher, kaki, dan ekor. Bagian bawah tempurung, yang disebut plastron, berwarna kuning dengan bercak hitam¹².

Salah satu ciri khas kura-kura brazil adalah adanya bercak merah di belakang matanya, yang menonjol di antara warna hijau dan kuning. Bercak merah ini bisa berubah warna menjadi oranye atau kuning, tergantung pada suhu dan kondisi kura-kura. Bercak merah ini berfungsi sebagai alat komunikasi antara kura-kura, terutama saat musim kawin. Kura-kura brazil jantan akan mengibaskan kaki depannya yang memiliki cakar panjang di depan wajah betina, sambil menggerakkan bercak merahnya. Jika betina tertarik, dia akan mengangguk-anggukkan kepalanya. Jika tidak, dia akan menggigit atau menghindar¹³.

Kura-kura brazil memiliki rahang yang kuat, yang bisa mengunyah makanan keras seperti kerang atau siput. Rahang bawah kura-kura brazil lebih bulat daripada jenis pseudemys yang lebih kotak. Kura-kura brazil juga memiliki jari-jari kaki yang dihubungkan oleh selaput, yang membantu mereka berenang di air. Kura-kura brazil memiliki kloaka, yaitu lubang pembuangan untuk saluran pencernaan, ekskresi, dan reproduksi. Kloaka kura-kura brazil jantan lebih jauh dari tempurung daripada betina, yang bisa digunakan untuk membedakan jenis kelamin¹².

Perilaku

Kura-kura brazil adalah hewan yang aktif dan penasaran, yang suka menjelajahi lingkungannya. Kura-kura brazil juga termasuk hewan sosial, yang bisa hidup berkelompok dengan kura-kura lain. Namun, kura-kura brazil juga bisa bersaing untuk mendapatkan makanan, tempat berjemur, atau pasangan. Kura-kura brazil jantan cenderung lebih agresif dan dominan daripada betina, terutama saat musim kawin. Kura-kura brazil jantan bisa mengejar, menggigit, atau menabrak kura-kura lain untuk menunjukkan kekuasaannya. Kura-kura brazil betina bisa lebih tenang dan damai, tetapi juga bisa mempertahankan diri jika diganggu¹³.

Kura-kura brazil adalah hewan omnivora, yang bisa makan tumbuhan dan hewan. Kura-kura brazil muda lebih banyak makan hewan, seperti cacing, ikan, udang, atau daging. Kura-kura brazil dewasa lebih banyak makan tumbuhan, seperti sayuran, buah, atau rumput. Kura-kura brazil juga bisa makan pakan buatan yang mengandung protein, kalsium, dan vitamin. Kura-kura brazil harus diberi makan setiap hari, dengan jumlah yang sesuai dengan ukuran dan usianya. Kura-kura brazil biasanya makan di dalam air, karena membutuhkan air untuk menelan makanannya¹².

Kura-kura brazil adalah hewan ectotherm, yang artinya suhu tubuhnya bergantung pada suhu lingkungan. Kura-kura brazil membutuhkan suhu yang hangat untuk menjaga metabolisme dan sistem kekebalan tubuhnya. Kura-kura brazil suka berjemur di bawah sinar matahari atau lampu UV, untuk menyerap vitamin D yang penting untuk pertumbuhan tulang dan tempurungnya. Kura-kura brazil juga membutuhkan air yang bersih dan segar, untuk berenang, minum, dan buang air. Kura-kura brazil bisa menahan napas di bawah air hingga 5 jam, dengan mengambil oksigen melalui kulit atau kloakanya¹².

Kura-kura brazil adalah hewan yang bisa berkembang biak dengan mudah, baik di alam liar maupun di penangkaran. Kura-kura brazil bisa mulai kawin saat usianya sekitar 2-4 tahun, tergantung pada ukuran dan kondisi tubuhnya. Kura-kura brazil biasanya kawin di musim semi atau musim gugur, saat suhu air dan udara cukup hangat. Kura-kura brazil betina bisa bertelur 2-4 kali dalam setahun, dengan jumlah telur antara 4-23 butir per kali bertelur. Telur kura-kura brazil berbentuk oval, dengan kulit yang keras dan berwarna putih. Kura-kura brazil betina akan menggali lubang di tanah yang lembab dan teduh, untuk menaruh dan menutup telurnya. Telur kura-kura brazil akan menetas setelah 60-90 hari, tergantung pada suhu dan kelembapan. Bayi kura-kura brazil akan keluar dari tempurung telur dengan menggunakan gigi telur, yang akan rontok setelah beberapa hari. Bayi kura-kura brazil bisa hidup mandiri sejak menetas, tanpa perlu perawatan dari induknya¹².

Habitat

Kura-kura brazil adalah hewan semi-akuatik, yang artinya hidup di darat dan air. Kura-kura brazil menyukai habitat yang memiliki air yang tenang, dangkal, dan berlumpur, seperti danau, sungai, rawa, atau kolam. Kura-kura brazil juga membutuhkan tempat yang memiliki vegetasi yang lebat, batu, kayu, atau tanah, untuk berjemur, beristirahat, atau bersembunyi dari predator. Kura-kura brazil bisa beradaptasi dengan berbagai iklim, asalkan suhu tidak terlalu dingin atau panas. Kura-kura brazil bisa bertahan hidup di suhu antara 10-32°C, tetapi idealnya antara 24-28°C .

Kura-kura brazil yang dipelihara di rumah harus diberikan tempat yang menyerupai habitat alaminya. Kura-kura brazil membutuhkan akuarium yang cukup besar, dengan volume minimal 10 kali ukuran tempurungnya. Akuarium harus diisi dengan air yang bersih dan segar, dengan kedalaman sekitar setengah panjang tempurung kura-kura. Akuarium juga harus dilengkapi dengan filter, pemanas, termometer, dan aerasi, untuk menjaga kualitas dan suhu air. Kura-kura brazil juga membutuhkan area kering, yang bisa berupa batu, kayu, atau tanaman buatan, yang bisa dijangkau dengan mudah dari air. Area kering harus diberi lampu UV, untuk memberikan sinar matahari buatan yang dibutuhkan kura-kura. Lampu UV harus dinyalakan selama 10-12 jam per hari, dan diganti setiap 6 bulan .

Akhir Kata

Kura-kura brazil adalah hewan peliharaan yang menarik dan mudah dirawat, asalkan kamu memenuhi kebutuhan dasarnya. Kura-kura brazil membutuhkan tempat yang luas, bersih, dan hangat, dengan air dan area kering yang sesuai. Kura-kura brazil juga membutuhkan makanan yang seimbang, yang mengandung protein, kalsium, dan vitamin. Kura-kura brazil adalah hewan yang aktif dan sosial, yang bisa berinteraksi dengan kamu dan kura-kura lain. Kura-kura brazil juga bisa berkembang biak dengan mudah, jika kamu ingin menambah anggota keluarga baru. Kura-kura brazil adalah hewan yang cantik, jinak, dan lucu, yang bisa menjadi teman setia kamu. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu yang ingin memelihara kura-kura brazil. Terima kasih sudah membaca!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *