Tetraodon mbu, spesies inilah yang kerap dijuluki sebagai ikan buntal raksasa. Bagaimana tidak, ukurannya saja diketahui bisa mencapai panjang 75 cm. Dengan ukuran sebesar ini, mereka bisa meraih predikat sebagai ikan buntal air tawar terbesar di dunia, lho.

Bisa dibilang, hewan ini juga masuk ke dalam kategori ikan premium, dan biasa dipelihara oleh para kolektor ikan hias berdompet tebal. Wajar saja, banderolan harganya memang selangit. Jauh berkali-kali lipat dibanding buntal fahaka, atau jenis-jenis ikan buntal lainnya.

Kalau kamu penasaran dengan si ikan buntal raksasa ini, yuk kenali lebih jauh tentangnya di sini!

Mbu Puffer, a.k.a. Ikan Buntal Raksasa

Disebut Ikan Buntal Raksasa Karena Merupakan yang Terbesar Dalam Genusnya
Wikipedia

Untuk mengenalinya lebih jauh, di sini kita bagi saja menjadi beberapa sub pembahasan, ya. Mari kita mulai dari penamaan ikan ini:

#1. Nama dan Klasifikasi Ikan Buntal Raksasa

Ikan buntal raksasa adalah julukannya. Sedangkan nama aslinya ialah ikan buntal mbu, atau mbu puffer dalam bahasa Inggrisnya. Sapaan akrab tersebut langsung diambil dari nama ilmiah ikan ini sendiri, yakni Tetraodon mbu.

Berikut pengklasifikasian untuk ikan buntal mbu:

KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasActinopterygii
OrdoTetraodontiformes
FamiliTetraodontidae
GenusTetraodon
SpesiesTetraodon mbu

#2. Ciri Fisik dan Karakternya

Ikan buntal raksasa juga tentu punya ciri khas, baik itu dari segi fisik, maupun dari segi karakteristik. Dengan ciri-ciri tersebut, mereka menjadi lebih mudah dikenali dan bisa dibedakan dari jenis ikan buntal lainnya.

Bentuk Tubuh

Bentuk tubuh ikan buntal raksasa sangat unik, lho. Bisa dibilang seperti torpedo kapal selam mungkin, ya? Walau sebetulnya lebih berisi juga, sih. Yang pasti, kamu bakal bisa dengan mudah mengenali fisiknya itu.

Ciri lain yang bisa kamu dapati dari ikan ini juga meliputi:

  • Kulit yang cantik tanpa sisik.
  • Tubuhnya dilapisi dengan duri-duri kecil, kecuali pada area tertentu, seperti moncong dan sirip.
  • Gigi depan berukuran besar dan kuat, berguna untuk menghancurkan dan mengoyak mangsanya.

Corak

Kalau kamu perhatikan, tubuh ikan ini dilapisi oleh motif cantik yang mirip seperti kulit jaguar, meski lebih rapat, rumit, dan dominan. Yup, yakni motif bulat-bulat tak simetris yang menyelimuti hampir sekujur tubuhnya itu.

Kecantikannya semakin diperparah lagi, dengan kombinasi warna yang tepat antara hitam, kuning, dan sedikit putih, sehingga membuatnya tampak begitu mempesona. Ah, karya Tuhan memang luar biasa, ya!

Lebih dari itu, pada ekornya juga terdapat motif garis-garis yang begitu menawan. Mereka memang bisa menutup ekornya, dan akan dimekarkankannya ketika mereka berenang. Misalnya saat mereka ingin mengejar mangsa.

Agresif

Agresif? Jelas. Bahkan tak sedikit kasus di mana ikan buntal raksasa memangsa rekan satu akuariumnya. Meski begitu, sebagian penghobi tetap memilih untuk menggabungkan buntal satu ini dengan ikan lainnya.

Interaktif

Ikan buntal raksasa juga termasuk jenis ikan hias yang sangat interaktif dengan pemiliknya. Mereka diketahui bisa mengenali si majikan dari seberang ruangan sana. Merupakan tipe hewan peliharaan “basah” yang mengasyikkan, bukan?

Kamuflase

Perubahan warna kulit bisa terjadi untuk berkamuflase dengan lingkungan, meski tidak sampai seperti bunglon yang benar-benar berganti warna. Karena itu, pemilihan substrat harus dipikirkan lebih dalam, karena akan mempengaruhi warna dominan ikan ini untuk terlihat cerah.

Menggembung

Sama seperti rekan-rekannya sesama ikan buntal, mbu juga bisa menggembungkan dirinya. Ini terjadi ketika mereka merasa terancam, stres, atau ketakutan. Dengan menghirup udara atau air dari sekitarnya, seketika mereka langsung berubah menjadi balon yang menggemaskan.

#3. Ukurannya di Alam Liar dan di Akuarium

Bukan raksasa kalau ukurannya tak seberapa. Di alam liar, mereka diyakini bisa tumbuh hingga ukuran 75 cm (hampir 30 inci), dan menjadi ikan buntal air tawar terbesar yang ada saat ini. Ukuran yang luar biasa untuk seekor ikan buntal.

Sedangkan di akuarium, mereka jarang bisa tumbuh hingga mencapai ukuran tersebut. Mungkin karena efek dari keterbatasan lingkungan dan faktor pemeliharaan. Namun mereka masih mudah untuk tumbuh hingga ukuran 60 cm di akuarium.

#4. Daerah Asalnya

Perairan tawar di Afrika adalah daerah asalnya. Mereka mendiami beberapa sungai dan danau di sana, termasuk sungai Kongo dan danau Tanganyika. Penyebarannya meliputi Kongo, Tanzania, Zambia, Burundi, hingga Kamerun.

Cara Merawat Ikan Buntal Raksasa

Perawatan Ikan Buntal Raksasa Tidak Sederhana
YouTube

Mempelajari teknik pemeliharaan adalah hal yang harus pertama kali kamu lakukan, sebelum mengadopsi hewan apa pun. Tak terkecuali ikan buntal raksasa tentunya.

Nah, apakah memelihara ikan buntal jenis ini mudah dilakukan? Mungkin sulit, apalagi bagi mereka yang belum berpengalaman dalam memelihara ikan hias. Ukurannya yang besar, mengharuskannya hidup di akuarium yang besar pula, sehingga perawatannya pun tak sederhana.

Tapi tenang saja, semua itu bisa dipelajari, kok. Yuk, kita sama-sama pelajari di sini mengenai cara merawatnya.

#1. Ukuran Akuarium

Panjang dan lebar akuarium harus mendapat perhatian lebih dibanding berapa liter air yang bisa ditampung. Hal ini dikarenakan potensi pertumbuhan yang sangat besar, sehingga membutuhkan ruang yang cukup lebar pula untuk berkelana ke sana ke mari.

Idealnya, ikan buntal raksasa dewasa harus dipelihara di dalam akuarium berukuran 240 x 90 x 90 cm. Kamu boleh-boleh saja memelihara ikan berukuran kecil di akuarium yang juga lebih kecil, tapi jangan sampai lupa kalau pertumbuhan ikan ini sangat cepat.

#2. Setting Akuarium

Akuarium bagi ikan buntal raksasa harus didekor dengan sebaik mungkin. Selain terkait soal estetika, hal ini juga bertujuan agar ikan yang dipelihara dapat tinggal dengan nyaman sebagaimana di habitat aslinya.

Setidaknya, kamu bisa gunakan substrat berpasir dengan batu atau kayu-kayuan sebagai dekorasi. Sah-sah saja untuk menambahkan beberapa tanaman air ke dalam akuarium, namun bukan tidak mungkin jika suatu saat mbu akan menggerogoti tanaman tersebut.

Satu hal yang perlu kamu ingat, sebagian besar jenis ikan buntal tidak toleran dengan kondisi air yang buruk. Karenanya, penggunaan sistem filtrasi sangat dibutuhkan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebesihan air akuarium agar tetap terbebas dari amonia.

#3. Teman Akuarium

Sejatinya, ikan buntal raksasa merupakan spesies yang harus kamu pelihara sendirian, tanpa adanya ikan lain di akuarium yang sama, termasuk jenisnya sendiri. Mereka bisa menjadi sangat agresif, beresiko melukai, atau bahkan mencabik-cabik rekan satu akuariumnya.

Meski begitu, beberapa penghobi tetap berkeinginan untuk menggabungkannya dengan ikan lain. Maka tips yang bisa dilakukan, adalah menggabungkan ikan ini dengan jenis ikan perenang cepat, agar buntal tidak dapat menangkapnya dengan mudah.

Catatan: Resiko kematian tankmate harus siap kamu hadapi, jika kamu tetap bersikeras untuk menggabungkannya dengan ikan apa pun.

#4. Perawatan Air

Perawatan air merupakan bagian perawatan yang sangat vital. Alasannya sama seperti tadi, karena ikan buntal raksasa tidak mampu bertahan dalam kondisi air yang buruk. Maka dari itu, kamu harus berusaha untuk mempertahankan parameter air berikut ini:

Suhu24-26 ° C
pH7.0-8.0
Hardness10-25 ° H.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mempertahankan parameter di atas, ialah dengan rutin melakukan penggantian air akuarium, paling tidak satu pekan sekali. Tidak perlu seluruhnya, cukup ganti 30-50% saja dari total keseluruhan air yang ada.

#5. Makanan

Ikan buntal raksasa adalah jenis ikan karnivora, atau lebih tepatnya jika disebut moluskivora, alias pemakan moluska. Mereka menyukai berbagai jenis moluska, krustasea, siput-siputan, hingga ikan yang berukuran lebih kecil darinya.

Pemberian pakan juga berkaitan erat dengan perawatan gigi tajamnya. Kamu harus sering-sering memberinya pakan bercangkang keras yang tak dikupas, agar pertumbuhan giginya tidak lepas kontrol dan tidak mengakibatkan masalah kesehatan untuknya.

Anggaplah begini sebagai gambaran. Kamu bisa memberinya pakan setiap hari dengan jumlah tak berlebih, di mana menunya berupa makanan bercangkang keras sebanyak 5 hari dalam seminggu, sedangkan 2 hari sisanya berupa pakan yang lebih lunak.

Pakan hidup juga sesekali perlu diberikan, guna tetap mempertahankan instingnya dalam berburu. Namun pakan hidup bisa saja membawa parasit. Selain itu, pakan hidup sejenis kepiting dan lobster juga beresiko melukai.

#6. Membersihkan Sisa Pakan

Memberikannya pakan bercangkang pasti meninggalkan sisa. Pecahan-pecahan cangkang mungkin akan mengendap di dasar akuarium, dan mungkin menumpuk setelah berapa lama. Lantas, apakah hal ini perlu dibersihkan?

Pertama, sisa-sisa cangkang tersebut sebetulnya bagus untuk menjaga kualitas air, lho. Perannya mirip seperti beberapa jenis media filter, yang berguna dalam menjaga pH serta alkalinitas air.

Akan tetapi, jika jumlahnya sudah terlalu banyak dan terlihat seperti sudah mengotori, kamu boleh membersihkannya. Misal dengan memanfaatkan jaring, agar antara pasir dengan sisa cangkang pakan bisa langsung terpisahkan.

#7. Perkembangbiakkan

Tidak ada perbedaan fisik yang terlihat untuk mengetahui jenis kelamin dari ikan buntal raksasa, apakah ia jantan, atau justru betina. Selain itu, hingga saat ini juga belum diketahui adanya cara yang dapat dilakukan untuk mengembangbiakkan ikan ini dalam skala rumahan.

Harga Ikan Buntal Raksasa dan Biaya Perawatan

Harganya Masih Tinggi
YouTube

Ikan buntal raksasa bisa disebut sebagai ikan hias premium. Harganya juga masih terbilang tinggi. Maklum, sebab memang stok ikan ini sendiri masih agak sulit untuk dijumpai di pasaran Indonesia. Belum banyak yang jual.

Untuk ukuran anakan saja (sekitar 4 cm), ikan buntal jenis ini bisa dihargai lebih dari 2 juta rupiah. Apalagi untuk ukuran dewasanya, yang pastinya bakal berkali-kali lipat lebih mahal dibanding dengan ukuran anakan.

Belum lagi untuk akuarium pemeliharaan. Karena ukurannya besar, maka akuarium yang dibutuhkan pun harus besar pula. Ukuran akuarium yang besar, harus diimbangi lagi dengan ketebalan kaca yang mumpuni juga.

Lebih dari itu, masih ada keperluan sistem filtrasi yang harus dibuat sebaik mungkin, substrat, serta berbagai dekorasi untuk akuarium. Ditambah biaya pakan yang mungkin cukup menguras dana, seperti lobster misalnya.

Pada intinya, kamu harus menyiapkan dana cukup besar untuk memelihara ikan ini. Bukan sekadar untuk membeli ikannya, tapi juga untuk biaya akuarium serta perawatan ke depannya. Ingat! Faktor biaya ini penting, agar si ikan buntal raksasa tidak terlena nantinya.

Nah, kalau dananya ada, kenapa nggak?

Ingin Berhenti Memelihara Ikan Buntal Raksasa?

Bosan Pelihara Ikan Buntal Raksasa?
YouTube

Terkadang, pemelihara mungkin berkeinginan untuk berhenti dalam memelihara suatu binatang. Entah itu karena bosan, sudah tidak menyanggupi perawatan, tidak ada tempat yang layak, atau alasan lainnya.

Masalahnya, jika kita ingin berhenti memelihara ikan buntal raksasa, maka tindakan seperti apa yang harus kita lakukan terhadap ikan tersebut?

Memasaknya atau menjadikannya pakan bagi predator lain? Sayangnya, hal ini tidak bisa dilakukan, karena ikan buntal jenis ini memiliki racun yang sangat kuat dalam tubuhnya. Siapa pun bisa mati jika mengonsumsi ikan ini sembarangan.

Bagaimana jika melepasnya ke alam liar? Ini pun tidak bisa dilakukan. Jangan lupa kalau ikan buntal satu ini termasuk spesies invasif sekaligus predator. Melepasnya secara sembarangan dapat mengacaukan keseimbangan ekosistem lokal.

Maka satu-satunya langkah yang bisa dilakukan hanyalah memindahkan kepemilikan. Misal, kamu bisa menjualnya ke sesama penghobi ikan hias, atau memberikannya sebagai hadiah kepada orang yang siap untuk merawatnya dengan layak.

Akhir Kata

Tertarik Memeliharanya?
YouTube

Itulah pembahasan kita kali ini, tentang mbu puffer, alias ikan buntal raksasa.

Bagaimana? Apakah kamu tertarik dengan ikan hias satu ini? Kalau kamu ingin memeliharanya, jangan pernah lupakan faktor-faktor penting dalam pemeliharaannya tadi, ya! Mulai dari masalah dana, akuarium berukuran besar, mempertahankan parameter air, dan lain sebagainya.

Semoga bermanfaat.