Categories
Reptil

10+ Fakta Unik Kura-Kura CST yang Harus Kamu Tahu!

Sudah tahukah kamu bahwa ada banyak sekali fakta unik dan menarik tentang kura-kura CST?

Kura-kura CST (Common Snapping Turtle) adalah salah satu jenis kura-kura air tawar yang berasal dari Amerika Utara. Kura-kura ini memiliki ciri-ciri fisik yang unik dan menarik, yang membuatnya berbeda dari kura-kura lainnya.

Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa fakta unik tentang kura-kura ini. Simak yuk!

Fakta Unik Kura-Kura CST

#1. Arti Nama

thevlm.org

Fakta unik pertama tentang kura-kura CST adalah soal arti namanya.

Kura-kura CST adalah singkatan dari Common Snapping Turtle, yang berarti kura-kura penggigit biasa.

Nama “Snapping” menggambarkan kemampuan kura-kura ini untuk menggertakan rahangnya dengan sangat kuat, sehingga bisa memotong atau melukai apa saja yang masuk ke dalam mulutnya.

Di samping itu, kata “Common” bermakna bahwa spesies ini adalah jenis biasa dalam kelompok kura-kura Snapping, karena ada jenis lain dalam kelompok ini yang lebih mirip buaya dan dinamai Alligator Snapping Turtle.

#2. Gigitan yang Kuat

mentalfloss.com

Kura-kura CST memiliki rahang yang sangat kuat dan bisa menghasilkan tekanan sebesar 210 N. Dengan kekuatan sebesar ini, mereka dapat dengan mudah mengoyak mangsanya, menghancurkan buah-buahan keras seperti apel dan wortel, atau bahkan melubangi sebuah kaleng.

#3. Memakan Apapun

grit.com

Meski predator dan dominan mengonsumsi daging-dagingan, banyak sumber mengatakan bahwa kura-kura CST masih tergolong hewan omnivora, yang berarti bisa memakan segala.

Kura-kura CST tidak memilih-milih makanan, dan bisa memakan hampir semua jenis makanan yang ada di perairan, seperti tumbuhan air, ikan, katak, ular, burung, tikus, bahkan kura-kura lainnya. Kura-kura CST juga tidak segan-segan memakan bangkai yang ada di sekitarnya.

Kura-kura CST bisa menelan mangsanya utuh, atau memotongnya menjadi potongan-potongan kecil dengan rahangnya yang tajam.

#4. Kembaran Alligator Snapping Turtle

theturtlehub.com

Seperti yang telah disinggung sedikit sebelumnya, kura-kura CST memiliki berkerabat dekat dengan Alligator Snapping Turtle atau kura-kura AST.

Kura-kura AST adalah jenis kura-kura air tawar terbesar di dunia, yang bisa mencapai panjang 80 cm dan berat lebih dari 100 kg.

Kura-kura AST juga memiliki ciri-ciri fisik yang mirip dengan kura-kura CST, seperti tempurung yang bergerigi, leher yang panjang, dan rahang yang kuat.

Meski demikian, bukan berarti keduanya tak bisa dibedakan. Kamu bisa membaca beberapa perbedaan antara kura-kura CST dan AST di artikel ini.

#5. Postur Tubuh Seperti Hewan Purba

themeateater.com

Kura-kura CST memiliki postur tubuh yang terlihat bagaikan seekor hewan purba. Spesies ini memiliki tempurung yang besar dan berat, leher yang panjang dan berlipat, ekor yang panjang dan bergerigi, dan keseluruhannya dihiasi dengan tonjolan-tonjolan khas purba kala.

Belum lagi, karapas atau tempurung kura-kura CST dihiasi hanya dengan warga gelap nan polos, mulai dari hitam, cokelat, hingga hijau tua, sehingga memberikan kesan purba yang semakin kuat.

Di samping itu, kura-kura CST juga memiliki daya tahan yang luar biasa. Mereka bisa bertahan hidup di berbagai kondisi lingkungan, bahkan di musim dingin yang ekstrem.

#6. Karapas Bergerigi yang Semakin Halus Seiring Waktu

a-z-animals.com

Karapas kura-kura CST memiliki scute atau sisik tempurung yang membentuk tonjolan-tonjolan. Namun, scute pada karapasnya itu tidak selamanya berbentuk seperti itu.

Ketika kura-kura CST masih kecil, karapasnya lebih bergerigi dan lebih menonjol. Mungkin hal ini bermanfaat sebagai perlindungan ekstra bagi kura-kura CST yang masih rentan.

Namun, seiring bertambahnya usia, karapas kura-kura CST akan semakin halus dan lebih datar, sehingga tonjolan-tonjolan tersebut hilang menyisakan sedikit bagiannya saja.

#7. Karapas Sering Ditumbuhi Lumut

reconnectwithnature.org

Kura-kura CST adalah hewan yang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam air daripada di darat. Mereka biasanya hidup di perairan yang tenang dan berlumpur, seperti danau, sungai, rawa, atau kanal.

Kura-kura CST juga tidak sering keluar dari air, kecuali untuk bertelur atau berjemur di bawah sinar matahari.

Oieh sebab itu, karapas kura-kura CST sering kali ditumbuhi lumut atau alga. Hal ini memberikan warna hijau atau cokelat pada karapasnya.

Jangan salah, nyatanya lumut atau alga yang tumbuh di karapasnya ini bisa memberikan beberapa manfaat bagi kura-kura CST, seperti:

  • Memberikan kamuflase atau penyamaran bagi kura-kura CST, sehingga bisa menghindari predator atau mangsa yang melihatnya.
  • Memberikan isolasi atau perlindungan bagi kura-kura CST, sehingga bisa menjaga suhu tubuhnya tetap stabil, terutama di musim dingin.

#8. Kura-Kura Ganas yang Populer Dipelihara

animalspot.net

Kura-kura CST adalah hewan yang ganas dan agresif, terlebih lagi ketika merasa terancam atau terganggu. Kura-kura CST akan menyerang apa saja yang mendekatinya, baik itu hewan lain, manusia, atau bahkan benda mati.

Spesies kura-kura ini akan mengeluarkan lehernya dengan cepat dan menggigitkan rahangnya dengan kuat, sehingga bisa menyebabkan luka atau patah tulang pada korban. Mereka juga bisa mengeluarkan bunyi mendesis, yang menunjukkan kemarahannya.

Kura-kura CST juga tidak mudah jinak, dan bisa tetap ganas meskipun sudah dipelihara sejak kecil.

Namun, meskipun dikenal ganas dan agresif, kura-kura CST tetap menjadi hewan yang populer dipelihara oleh banyak orang, terutama oleh para penghobi kura-kura. Kura-kura CST memiliki daya tarik tersendiri, karena memiliki ciri-ciri fisik yang unik dan menarik, serta memiliki karakter yang kuat dan tangguh.

Soal perawatan, kura-kura CST juga relatif mudah dipelihara, karena tidak membutuhkan perawatan khusus, dan bisa bertahan hidup di berbagai kondisi lingkungan.

#9. Kadang Ditemukan di Perairan Payau

quora.com

Kura-kura CST adalah hewan yang bisa beradaptasi dengan berbagai jenis habitat air tawar, seperti danau, sungai, rawa, atau kanal. Namun, kura-kura CST juga bisa ditemukan di perairan payau, yaitu perairan yang memiliki kadar garam antara air tawar dan air laut.

Kura-kura CST bisa bertahan hidup di perairan payau, karena memiliki kemampuan untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuhnya. Kura-kura CST juga bisa memanfaatkan perairan payau sebagai tempat mencari makanan, berlindung, atau bermigrasi.

#10. Hewan Nokturnal

dailyitem.com

Kura-kura CST adalah hewan yang aktif di malam hari, atau nokturnal. Kura-kura CST biasanya beristirahat di dasar air atau di bawah lumpur di siang hari, dan keluar untuk mencari makanan di malam hari.

#11. Lebih Banyak Menghabiskan Waktu di Dalam Air

threeriversparks.org

Meski tergolong kura-kura semia aquatic, kura-kura CST nyatanya lebih banyak menghabiskan waktu di dalam air daripada di darat.

Tubuh mereka besar dan berat, sehingga membuatnya sulit bergerak di darat. Selain itu, kaki kura-kura CST juga pendek dan berselaput, yang lebih cocok untuk berenang di air.

Kura-kura CST hanya keluar dari air untuk beberapa alasan, seperti berjemur, bertelur, atau berpindah tempat.

Hal inilah yang membuat para pemeliharanya jarang menyediakan zona daratan di kandang CST mereka. Para pemelihara lebih senang menempatkan kura-kura CST di air yang dangkal tanpa menambahkan zona daratan.

#12. Jenis Kelamin Telur Dipengaruhi Suhu Inkubasi

foragerchef.com

Kura-kura CST adalah hewan yang jenis kelaminnya dipengaruhi oleh suhu inkubasi saat dalam telur, atau dikenal dengan istilah temperature-dependent sex determination (TSD).

Artinya, jenis kelamin anak kura-kura CST ditentukan oleh suhu lingkungan saat telur menetas, bukan oleh kromosom atau genetik.

  • Jika suhu inkubasi tinggi, maka telur akan menetas menjadi anak kura-kura CST betina.
  • Jika suhu inkubasi rendah, maka telur akan menetas menjadi anak kura-kura CST jantan.
  • Jika suhu inkubasi sedang, maka sebagian telur akan menetas menjadi jantan dan sebagian lainnya betina.

Suhu inkubasi dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti cuaca, musim, waktu, kedalaman, dan lokasi lubang telur.

Akhir Kata

Itulah beberapa fakta unik dan menarik seputar kura-kura CST. Dari sekian banyak fakta yang ada, mana sajakah yang sudah kamu ketahui?

Kesimpulannya, kura-kura CST adalah hewan dengan ciri-ciri fisik yang unik dan menarik, serta memiliki karakter yang kuat dan tangguh. Mereka adalah hewan yang bisa beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan, dan bisa bertahan hidup hingga sekarang. Mereka juga menjadi hewan yang populer dipelihara oleh banyak orang, terutama oleh para penghobi kura-kura.

Buat kamu yang ingin memelihara kura-kura CST, pastikan kamu bisa memenuhi kebutuhan dan perawatan kura-kura CST dengan baik, juga menghormati hak-hak kura-kura CST sebagai makhluk hidup.

Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua tentang kura-kura CST. Terima kasih telah membaca!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *