Kura-kura itu tak selamanya pemalu, kok. Ada juga di antara spesiesnya yang dikenal galak dan agresif. Salah satunya, ialah kura-kura AST (Alligator Snapping Turtle).

Bukan main galaknya kura-kura ini. Digoda sedikit, rahangnya langsung sigap terbuka, menandakan bahwa ia siap melakukan penyerangan. Parahnya lagi, kura-kura AST juga memiliki kekuatan gigitan yang luar biasa, lho.

Namun di balik keganasannya itu, justru malah membuatnya semakin digemari sebagai hewan peliharaan. Mereka terlihat menarik di kalangan penghobi predator dan hewan-hewan eksotis.

Kamu juga tertarik dengan kura-kura ini? Yuk, simak berbagai hal tentangnya di sini!

Alligator Snapping Turtle, atau Akrab Disapa Kura-Kura AST

Kura-Kura AST (Alligator Snapping Turtle)
Thefisheriesblog.com

Dalam poin pembahasan ini, mari kita ulas berbagai hal pengenalan tentang kura-kura AST. Mulai dari nama umumnya, taksonomi, habitat dan penyebarannya, serta hal-hal menarik lainnya.

Berikut pembahasannya:

#1. Nama Umum

Kura-kura AST, maksudnya apa, sih?

Jadi, istilah AST itu sejatinya merupakan singkatan dari kepanjangan “Alligator Snapping Turtle”. Itu nama aslinya. Namun karena dirasa terlalu panjang, maka para penggemarnya pun sepakat untuk menyingkat nama ini menggunakan inisialnya saja.

Dinamakan “Alligator”, sebab kura-kura ini memang menyerupai aligator amerika. Utamanya sih dari segi fisik, namun karakternya pun ternyata tak jauh berbeda.

Selanjutnya, penggunaan kata “Snapping” pada namanya bermakna “menggertak” atau “menggigit”. Ini mengarah pada wataknya yang memang demikian. Sedikit terganggu saja, mulutnya langsung terbuka untuk mengancam musuhnya.

Selain itu, di kalangan masyarakat awam, kura-kura ini juga kadang disebut dengan nama kura-kura buaya. Tidak jauh berbeda dengan sapaannya di kalangan para hobbyist, meski dalam hal ini sudah lebih disederhanakan saja dari segi bahasa.

#2. Taksonomi Kura-Kura AST

Alligator Snapping Turtle memiliki nama ilmiah Macrochelys temminckii, di mana spesies termasuk bagian dari keluarga Chelydridae.

Nah, untuk detail klasifikasinya, bisa kamu baca langsung dalam tabel berikut ini, ya:

KingdomAnimalia
FilumChordata
KelasReptilia
OrdoTestudines
SubordoCryptodira
FamiliChelydridae
GenusMacrochelys
SpesiesMacrochelys temminckii

#3. Habitat dan Penyebaran

Alligator Snapping Turtle berasal dari perairan tawar bagian Tenggara Amerika Serikat. Di antara area penyebarannya meliputi Florida Panhandle, Texas, Kansas, Missouri, Lowa, Illinois, Indiana, Kentucky, hingga Tennessee.

#4. Deskripsi Fisik Kura-Kura AST

Perawakannya sungguh menarik. Mereka memiliki kepala berukuran besar, juga tempurung yang tebal dengan tiga deretan scute yang menonjol keluar. Penampilan primitifnya mengingatkan kita dengan salah satu makhluk purba, yakni Ankylosaurus.

4.1. Mirip Kura-Kura CST

Kura-kura AST memang memiliki perawakan yang juga mirip dengan kerabatnya, kura-kura CST (Common Snapping Turtle). Namun kura-kura CST sejatinya memiliki bentuk tempurung yang lebih halus dan tidak terlalu “berduri”.

4.2. Warna Gelap

Warna gelap mendominasi tubuh bagian atasnya (karapas), seperti abu-abu, cokelat, bahkan kehitaman. Sedangkan bagian plastronnya relatif lebih cerah, meski tidak jauh dari warna kecokelatan juga.

4.3. Ditumbuhi Alga

Kadang-kadang, tubuhnya yang erat dengan kesan purba itu dibuat semakin eksotis dengan ditumbuhinya oleh alga. Alga juga kadang tumbuh di bagian kaki, ekor, atau bahkan kepalanya. Namun ini mungkin tidak akan terjadi jika penghobi rajin menyikat tubuhnya dengan sabun reptil.

4.4. Lidah Cacing

Kura-kura AST memiliki lidah yang unik. Ujungnya berbentuk seperti cacing, dan digunakannya untuk memancing mangsanya. Begitu mangsanya lengah dan mendekat, seketika mulutnya langsung tertutup rapat-rapat mencengkeramnya begitu erat.

#5. Usia dan Ukuran Kura-Kura AST

Ukuran kura-kura AST terbilang besar, lho. Selain itu, mereka juga dapat hidup dalam kurun waktu yang cukup lama.

Secara garis besar, ukuran dewasa untuk kura-kura ini umumnya berkisar antara 35 hingga 80 cm, dengan bobot seberat 8 sampai 80 kg.

Berapa potensi hidupnya tidak diketahui. Meski begitu, banyak ahli yang meyakini bahwa kura-kura ini mampu hidup hingga usia 200 tahun di alam liar, atau 80 sampai 120 tahun dalam penangkaran.

Terlepas dari perkiraan potensi tersebut, dalam kehidupan nyata, ternyata kebanyakan dari mereka hanya mampu hidup selama 20 sampai 70 tahun saja. Meski tetap saja usia selama ini bukanlah waktu yang sebentar, apalagi untuk memelihara seekor binatang.

#6. Kebiasaan Makan Kura-Kura AST

Karakternya yang garang dan agresif, sudah sepatutnya sejalan dengan apa-apa yang mereka makan. Iya, kura-kura AST adalah salah satu dari segelintir kura-kura yang bersifat karnivora, atau pemakan daging-dagingan.

6.1. Cara Berburu

Meski tergolong predator, kura-kura AST sebetulnya tidak terlalu aktif dalam berburu. Mereka hanya menangkap apa yang mudah ditangkapnya, melalui keunikan lidahnya yang mereka gunakan untuk memancing mangsa.

Kira-kira seperti inilah cara mereka berburu:

  1. Lidahnya berperan sebagai umpan. Bentuknya sudah menyerupai cacing, dan akan digerakkannya sehingga nampak lebih hidup.
  2. Mulutnya akan dibuka lebar-lebar, sedangkan tubuhnya akan diam membatu di dasar perairan keruh, seolah tak bernyawa.
  3. Ikan atau calon mangsa lainnya akan mengira lidah AST adalah cacing di sekitar batu, lalu berusaha untuk memakannya.
  4. Begitu posisi ikan masuk ke dalam jangkauan terkam, mulut AST justru akan tertutup seketika guna menyelesaikan proses perburuannya.

Memang tidak selamanya selalu begitu. Kadang juga mereka berburu dengan cara konvensional, namun relatif terhadap mangsa yang mudah untuk disergap saja. Misal, saat seekor mamalia sedang mendekati tepi air, atau menyerang burung yang berenang dari bawah permukaan.

Di alam liar, kura-kura AST diketahui lebih aktif pada malam hari (nokturnal), utamanya untuk berburu mangsa. Namun dalam pemeliharaan, kura-kura ini bisa aktif baik di siang maupun malam hari.

6.2. Daftar Mangsa dan Makanannya

Makanan alaminya di alam meliputi ikan, moluska, udang, amfibi, hingga bangkai. Namun mereka juga kadang didapati memakan makanan lainnya, seperti ular, burung, mamalia kecil, tumbuhan air, kura-kura lain, atau bahkan buaya kecil.

Lebih dari itu, saat di penangkaran atau dalam pemeliharaan pun, kura-kura ini juga dapat menerima berbagai jenis daging yang diberikan. Mulai dari ikan lokal, potongan daging ayam, kelinci, sapi, hingga babi.

6.3. Apakah Mereka Merusak Populasi?

Karena cara berburunya yang cenderung pasif dan hanya memangsa target yang mudah saja, rasanya mereka tidak bisa disalahkan atas rusaknya suatu ekosistem, akibat kehilangan banyak populasi ikan atau rantai makanan lainnya.

Meski begitu, hal ini tetap tidak membenarkan kebiasaan melepas-liarkan hewan ini sembarangan, khususnya di alam Indonesia. Bagaimanapun juga, mereka bukanlah makhluk asli daerah ini, sehingga tidak boleh diliarkan secara asal-asalan.

Cara Memelihara Kura-Kura AST

Mengingat bahwa Alligator Snapping Turtle merupakan kura-kura galak, maka disarankan pemeliharanya pun adalah seorang yang telah berpengalaman dalam memelihara kura-kura, hewan berbahaya, atau paling tidak punya pemahaman yang mumpuni terkait prosedur pemeliharaannya.

Untuk itu, silakan simak beberapa tips dan panduan dalam memelihara kura-kura AST berikut ini:

#1. Memilih Kura-Kura AST

Saat akan membelinya, kura-kura AST seperti apa sih yang sebaiknya dipilih? Tentu tidak bisa sembarangan, bukan? Salah-salah, kita justru bisa mendapatkan kura-kura yang sakit dan berpotensi hidup tak lama lagi.

Sehat bisa dilihat dari aktif atau tidaknya mereka. Kura-kura yang sehat, mungkin akan memberikan “perlawanan” atau “ancaman” saat disentuh. Sebagian lainnya mungkin akan memilih untuk berusaha melarikan diri.

Sedangkan kura-kura yang banyak berdiam diri, memang bisa saja mengindikasikan bahwa mereka pemalu. Tapi, bukan tidak mungkin juga ini mengindikasikan bahwa mereka sedang berada dalam kondisi yang tidak baik.

Selain itu, kamu juga harus memperhatikan kondisi fisiknya secara menyeluruh. Pastikan tidak ada luka dan jamur yang terlihat. Kamu juga boleh memastikan kelengkapan fisiknya, seperti jumlah kuku, atau ekor yang masih sempurna (tidak tumpul).

NB: Kecacatan pada fisik seharusnya membuat harga jual kura-kura AST lebih murah. Kecuali cacat dari lahir yang memberikan kesan unik, justru bisa membuat harganya meningkat berkali-kali lipat.

#2. Tempat Tinggal

Adalah hak setiap hewan peliharaan, untuk memperoleh tempat tinggal yang nyaman. Bagi AST yang notabene merupakan kura-kura air, tentu “tempat tinggal” di sini meliputi ukuran kandang dan kualitas air.

Kura-kura AST kecil bisa dipelihara di dalam akuarium atau box container, namun harus segera dipindahkan ke kolam saat mereka berukuran dewasa. Sebab, kedua jenis kandang pertama tadi tidak akan sanggup menahan kekuatan AST dewasa.

Para penghobi jarang menambahkan area basking atau daratan bagi kura-kura jenis ini. Tidak mengapa, sebab memang mereka hampir seutuhnya bersifat akuatik. Namun jika ada, ini tentu lebih baik, agar mereka mempunyai opsi.

Berapa ukuran kandang harus menyesuaikan. Yang terpenting, jangan sampai kura-kura AST yang kamu pelihara merasa kesempitan dengan rumahnya. Beri mereka lingkungan yang luas, agar mereka bisa menelusuri seluruh areanya dengan nyaman.

Kedalaman air juga harus diperhatikan. Jangan terlalu dangkal, dan tidak pula terlalu dalam. Pastikan air tetap merendam seluruh ketinggian tempurungnya, namun tetap memungkinkan mereka untuk mengeluarkan lehernya ke atas permukaan dan mengambil napas.

#3. Pakan

Soal pakan sudah sempat disinggung pada poin pengenalan. Namun dalam pembahasan ini, kita akan bahas lebih mendetail tentang pemberian pakan kura-kura AST dalam pemeliharaan.

3.1. Apa Variasi Pakannya?

Kura-kura AST adalah karnivora. Mereka bisa diberi pakan hidup maupun beku. Namun mereka juga diketahui menghindari pakan beku yang masih bersuhu dingin atau belum dicairkan terlebih dahulu.

Ikan, udang, cacing, dan beberapa hewan lainnya dapat kamu berikan secara bergantian, guna memenuhi kelengkapan gizinya. Bahkan, kura-kura dewasa bisa diberi tikus putih sebagai variasi pakannya, lho.

Selain itu, kamu juga bisa menyiapkan pelet khusus sebagai jenis pakan yang awet untuk ketersediaan jangka panjang.

3.2. Seberapa Banyak dan Seberapa Sering?

Kura-kura AST kecil dan remaja mesti diberi makan setiap hari. Sedangkan untuk kura-kura dewasa, pemberian pakan boleh lebih jarang dilakukan.

Harus diberi dengan porsi wajar, tidak kurang dan tidak pula berlebih. Kura-kura biasanya tidak mau menghabiskan pakan jika berlebih, dan ini akan mengotori kualitas air. Namun jika mereka memaksa untuk menghabiskannya, masalah obesitas bisa jadi ancaman.

Sebagai patokan awal, kamu bisa memberinya porsi makanan sebesar ukuran kepalanya. Respon terhadap porsi tersebut nanti yang akan menjadi evaluasi, apakah porsi tersebut perlu ditambah atau justru berlebih.

#4. Perawatan Kebersihan (Tubuh dan Kandang)

Kesehatan kura-kura tentu akan erat kaitannya dengan kebersihan tubuh maupun lingkungannya. Kura-kura yang lebih kotor tentu memiliki potensi terserang penyakit yang lebih besar pula. Maka dari itu, penting sekali untuk memperhatikan soal kebersihan ini.

4.1. Sistem Filtrasi

Sistem filtrasi sebetulnya tidak wajib. Apalagi jika hanya menggunakan akuarium kecil, atau kura-kura yang dipelihara juga masih berukuran kecil. Namun ini akan sangat berarti jika diterapkan pada kolam yang luas, sehingga bisa mengurangi frekuensi penggantian air.  

4.2. Penggantian Air

Meski menggunakan filter, penggantian air tetap perlu dilakukan, untuk menciptakan kebersihan yang lebih optimal.

Untuk akuarium kecil, kamu bisa mengeluarkan kura-kura AST dan segala dekorasi yang ada terlebih dahulu. Buang air seluruhnya, serta bersihkan setiap sisi dindingnya. Setelah itu, isi kembali dengan air baru seperti sedia kala.

Sedangkan untuk akuarium besar dan kolam, beda lagi tekniknya. Kamu harus menggunakan selang, pompa, atau saluran pembuangan air yang memang sudah disediakan, yang pada dasarnya difungsikan sebagai siphon.

4.3. Kebersihan Kura-Kura

Kebersihan kura-kura juga tak boleh luput dari perhatian. Utamanya tempurung, harus rutin disikat dan dibersihkan dari lumut maupun kotoran-kotoran. Kamu juga bisa menggunakan sabun khusus reptil untuk mengoptimalkannya.

Mengapa lumut baiknya dibersihkan? Sebetulnya tidak mesti dihabiskan juga, sih. Namun keberadaan lumut yang terlalu tebal, dikhawatirkan kita jadi tidak menyadari kalau ada luka, atau hal lainnya yang tidak beres pada tempurung AST.

#5. Kebutuhan Sinar Matahari

Kura-kura AST merupakan hewan berdarah dingin. Artinya, mereka tidak memiliki kemampuan untuk menghangatkan dirinya sendiri. Maka dari itu, paparan sinar serta kehangatan matahari sangat dibutuhkan olehnya.

Lebih dari itu, sinar matahari juga berperan penting agar kura-kura bisa memperoleh asupan vitamin D3. Vitamin D3, diketahui dapat membantu tubuh kura-kura dalam penyerapan kalsium, sehingga mereka bisa memiliki cangkang dan tulang yang kuat.

Jika kolam atau akuarium yang kamu gunakan sebagai kandang AST tidak memperoleh paparan sinar matahari, maka kamu punya PR untuk menjemurnya setiap hari. Jika tidak memungkinkan, setidaknya beberapa kali dalam seminggu.

Kamu bisa mengeluarkan kura-kura dari kandang terlebih dahulu, memindahkannya ke baskom yang berisi air, lalu menjemurnya dalam keadaan berendam. Air tidak perlu terlalu tinggi, hanya untuk memastikan agar mereka tidak dehidrasi.

#6. Jangan Dipegang Sembarangan!

Ini penting sekali untuk diketahui. Jika kamu belum mengetahui bagaimana cara memegang kura-kura AST dengan benar, maka kamu sejatinya belum layak untuk memelihara kura-kura ini.

Ingat bahwa kura-kura AST punya gigitan super kuat? Salah handle, jari kamu bisa-bisa menjadi korbannya, lho! Maka dari itu, di samping hati-hati, sudah pasti kamu juga harus punya ilmu untuk “menggendongnya”.

Untuk kura-kura AST kecil, berhubung mereka belum terlalu berat, maka kamu masih bisa memegangnya dengan mengandalkan satu tangan saja. Cukup pegang bagian belakangnya, maka cara ini masih relatif aman untuk diterapkan.

Lain lagi untuk kura-kura dewasa. Berat badannya sudah tidak memungkinkan kita untuk mengangkatnya dengan satu tangan. Maka kamu harus memegang bagian cangkangnya, dengan posisi tepat di atas kepalanya, dan tangan lainnya di atas ekornya.

#7. Jika Kura-Kura AST Sakit

Ada banyak sekali jenis penyakit yang bisa menyerang kura-kura AST. Baik itu penyakit luar, maupun penyakit dalam. Sebagai sosok yang memeliharanya, kita tentu tidak bisa mengabaikan kesehatan mereka begitu saja, bukan?

Solusi terbaik adalah dengan membawanya ke vet. Apalagi jika kamu bukan seorang yang ahli soal penyakit pada hewan. Sebab, sama halnya seperti pada manusia, prosedur pengobatan apa pun tidak bisa dilakukan sembarang.

Di samping itu, sebagai bentuk pertolongan pertama, kamu bisa berkonsultasi terlebih dahulu ke sesama penghobi yang sudah lebih berpengalaman, atau melalui grup-grup komunitas di sosial media yang saat ini banyak tersedia.

Harga Kura-Kura AST

Kamu mungkin sudah lama mengimpi-impikan bisa memelihara kura-kura ini. Tapi, kamu mungkin masih ragu soal harga. Khawatir saat bertanya kepada penjual nanti, ternyata harga kura-kura AST jauh di atas dana yang dimiliki.

Memang betul bahwa harga kura-kura AST tidak murah. Tapi, rasanya tidak bisa dibilang selangit juga, sih. Tidak seperti kura-kura darat Aldabra, yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah untuk anakannya saja.

Nah, jadi berapa harga sih, harga kura-kura AST itu?

Jawabannya variatif, dan dipengaruhi oleh banyak hal lagi, seperti ukuran, kelangkaan stok, trend, kelengkapan fisik, dan masih banyak lagi. Bahkan, harganya pun bisa naik turun untuk satu produk yang sama, lho.

Sebagai gambaran, harga kura-kura ini biasanya dimulai dari angka satu juta rupiah, yang tentunya untuk ukuran baby, ya. Semakin besar ukurannya, maka semakin tinggi pula harganya.

Per artikel ini ditulis saja (update Juli 2021), karena stok di pasaran kura-kura AST sedang relatif jarang, maka harganya pun sedang lumayan mahal. Sampai-sampai ada yang menjualnya dengan harga dua juta lebih untuk ukuran 5 cm saja.

Akhir Kata

Nah, itulah pembahasan kita kali ini tentang kura-kura AST. Mulai dari pengenalan, cara memelihara, hingga soal harga kura-kura AST itu sendiri.

Wah, rasanya setelah menulis artikel sepanjang ini, tetap saja seolah masih ada banyak hal yang belum disampaikan. Daripada kamu jadi bosan membaca, lebih baik kita buka diskusi saja di kolom komentar, yuk!

Semoga bermanfaat!