Ular Peliharaan Kian Diminati? Yuk Ketahui Jenis dan Harganya di Sini

Belakangan ini, trend memelihara hewan buas sepertinya semakin melambung tinggi. Begitu pun dengan ular peliharaan. Hewan yang dikenal ganas dan tak jarang mematikan ini banyak dipilih sebagai peliharaan karena kecantikannya.

Secara umum, ular dapat digolongkan menjadi 2 kelompok besar, yakni ular berbisa yang identik dengan racun mematikannya, serta ular tak berbisa yang kebanyakan memiliki tenaga super dahsyat untuk mengikat mangsanya.

Faktor tersebut kemudian menjadi alasan mengapa hewan ini dianggap sebagai ancaman oleh masyarakat. Hal itu wajar saja. Karena bagaimana pun juga, ular merupakan hewan buas yang sebaiknya diwaspadai. Terlebih lagi jika ular tersebut masih berada dalam sikap yang “liar”.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, kekhawatiran masyarakat terhadap ular mulai berkurang. Anak-anak muda saat ini justru mulai menggemari ular, bahkan menjadikannya sebagai hewan peliharaan.

Nah, untuk kamu yang penasaran mengenai ular peliharaan, atau mungkin sudah memiliki niatan untuk memelihara reptil tanpa kaki ini, yuk kenali dulu jenis-jenis ular peliharaan. Sebenarnya apa saja sih jenis ular yang biasa dipelihara? Berikut pembahasannya.

Jenis Ular Peliharaan Ball python (Sanca Bola)

Jenis Ular Peliharaan Sanca Bola

Sumber: Imgur.com

Ular Sanca Bola atau yang juga dikenal sebagai Ball Python merupakan salah satu jenis ular peliharaan yang cocok bagi pemula. Selain karena bukan merupakan jenis ular berbisa, ular peliharaan yang satu ini juga memiliki karakter yang cukup tenang dan jarang melakukan perlawanan.

Saat merasa terancam, Ball Python cenderung memilih untuk menggulung tubuhnya sendiri menjadi seperti bola ketimbang menyerang ancamannya. Mungkin karena bentuk tubuhnya yang gemuk dan pendek, ia lebih mudah untuk melakukan hal tersebut.

Pada mulanya, ular Ball Python ditemukan di daerah benua Afrika. Perwatakannya yang jinak, bentuk tubuhnya yang menggemaskan, serta perawatannya yang tergolong mudah, menjadi alasan utama mengapa ular jenis ini sering dipelihara.

Tubuh ular Ball Python tidak terlalu panjang seperti kebanyakan spesies ular piton pada umumnya. Saat dewasa, ia hanya memiliki panjang sekitar 130 cm sampai 180 cm saja. Bahkan di alamnya, kebanyakan hanya memiliki tubuh sepanjang 140 cm saja.

Biarpun begitu, ular Ball Python merupakan jenis ular peliharaan yang panjang umur loh. Ular Ball Python yang terawat dengan baik dapat hidup sekitar 20 sampai 50 tahun. Sebagai pemeliharanya, kita tentunya bisa berlama-lama hidup bersama dengan ular jinak ini.

Untuk kandangnya sendiri tidak terlalu rumit. Biasanya Ball Python dipelihara dalam akuarium atau box container plastik. Namun karena ia tergolong pandai melarikan diri, jangan lupa menyediakan tutup berfentilasi pada kandangnya.

Tikus putih bisa menjadi pilihan menu makanan bagi ular Ball Python. Porsi makannya dapat disesuaikan dengan ukuran tubuhnya. Usahakan jangan terlalu berlebihan atau terlalu sedikit dalam memberinya makan.

Jenis Ular Peliharaan Python Retic (Sanca Kembang)

Jenis Ular Peliharaan Retic

www.deviantart.com

Python Retic juga tak kalah menarik untuk dipelihara. Ular peliharaan yang satu ini sepertinya memang punya banyak nama. Ada yang menyebutnya Python Reticulatus, Retic, Sanca Kembang, hingga Sanca Batik.

Banyak orang mengira bahwa anaconda adalah ular terpanjang di dunia. Namun sebenarnya, ular Python Retic inilah yang terpanjang di antara seluruh bangsa ular. Normalnya, Retic dewasa memiliki panjang sekitar 3 sampai 6 meter. Namun rekor terpanjang yang pernah ditemukan mencapai 8 meter lebih.

Iya, Retic memang merupakan jenis ular peliharaan berukuran raksasa. Ukuran tubuhnya menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang hobi memeliharanya. Bahkan, sepertinya Retic merupakan salah satu jenis ular peliharaan yang paling banyak dicari oleh para penghobi.

Namun, ada baiknya pemelihara ular Retic sudah memiliki pengalaman sebelumnya dalam memelihara ular. Walaupun ular peliharaan yang satu ini tergolong jinak, tak jarang Retic memberikan kejutan mendadak kepada tuannya. Entah itu berupa sedikit “ciuman” ataupun “pelukan”. Karenanya, jangan coba-coba memiliki si dia sebelum berpengalaman ya.

Ukuran kandang perlu diperhatikan demi kenyamanan ular peliharaan kesayanganmu. Jika ukuran kandangnya terlalu besar, itu bisa mengakibatkan Retic mengalami stres, terlebih lagi jika tidak ada tempat bersembunyi. Sedangkan ukuran yang terlalu kecil tentu membuatnya tidak nyaman.

Jenis Ular Peliharaan Python Molu (Sanca Burma)

Jenis Ular Peliharaan Molu

Sumber: Pinterest

Hampir sama seperti Python Retic, Python Molu juga merupakan jenis ular peliharaan dari bangsa Python yang umumnya dipelihara oleh para expert. Kelalaian dalam memelihara berpotensi membuatnya berani untuk menyerang sang majikan, bahkan terkadang menyebabkan kematian.

Bukan berarti Python Molu tidak boleh dipelihara oleh pemula. Namun karena ular peliharaan yang satu ini berpotensi menimbulkan bahaya dan kurang aman, diperlukan tingkat kehati-hatian yang lebih dalam merawatnya.

Python Molu memiliki ukuran tubuh yang juga besar. Panjang tubuhnya saat dewasa sekitar 5 meter. Rekor terpanjang yang pernah ditemukan sekitar hampir 8 meter. Wajar saja jika sebaiknya ular peliharaan ini dipelihara oleh mereka yang sudah berpengalaman.

Python Molu tinggal di daerah-daerah beriklim lembab. Dalam keadaan liar, sering kali mereka ditemukan tak jauh dari air. Namun tak jarang pula mereka ingin bertamu ke kawasan penduduk.  Memang mengerikan rasanya melihat ular raksasa dalam keadaan liar mampir ke pemukan warga.

Molu banyak beraktifitas di atas tanah. Mungkin karena mayoritas mangsanya tinggal di sana atau merasa tau diri akan tubuhnya yang luar biasa panjang sehingga sulit kemana-mana. Biarpun begitu, ia juga terkadang masuk ke dalam air atau memanjat pohon untuk beberapa lama.

Sekilas, Molu hampir mirip dengan Retic. Salah satu ciri fisik yang cukup menonjol adalah perawakan Molu biasanya lebih gemuk, sedangkan Retic cenderung bertubuh langsing. Retic mungkin lebih cantik, namun Molu lebih mudah dijinakkan.

Jenis Ular Peliharaan Blood Python (Dipong)

Jenis Ular Peliharaan Dipong

Sumber: Reptilesmagazine.com

Jenis ular peliharaan yang satu ini termasuk jenis ular python yang berasal dari Semenanjung Malaya, termasuk pulau Sumatera di Indonesia. Panjang maksimal jenis ular dipong ini hanya sampai dua meter saja, berbeda dengan jenis ular python retic yang bisa tumbuh hingga lebih dari tujuh meter.

Jenis ular Dipong ini merupakan jenis ular yang sangat diminati oleh para penghobi ular peliharaan. Selain karena bentuknya yang unik dengan tubuh bantet dan berkepala kecil, jenis ular ini juga relatif aman dipelihara karena tidak memiliki bisa. Mirip dengan Ball Python.

Di usia mudanya, Dipong cenderung bersifat pemalu. Ia sangat sensitif, merasa malu, mudah takut, dan gampang terkejut. Seiring berjalannya waktu, lama kelamaan ia akan beradaptasi dengan takdirnya sebagai ular peliharaan. Jika sudah merasa nyaman, Dipong akan menjadi ular yang sangat jinak.

Saat memeliharanya, ukuran kandang tentu perlu diperhatikan. Berikan Dipong peliharaanmu sebuah kandang yang lembab dan nyaman. Sekiranya kandang tersebut cukup baginya untuk meluruskan tubuh, tentu Dipong akan nyaman menghuninya. Tenang saja, tubuhnya tidak terlalu panjang kok.

Blood Python atau Dipong merupakan tipe ular yang hobi berendam. Kulit cantiknya yang bersisik itu butuh kelembaban yang cukup tinggi ternyata. Karenanya, sangat direkomendasikan untuk memberikan fasilitas berupa wadah air sebagai kolam renang pribadi Dipong kesayanganmu.

Sebagai catatan, Dipong juga merupakan ular peliharaan yang sangat kuat. Walaupun tubuhnya manis dan bantet seperti kue brownies, namun tenaganya luar biasa. Dipong dapat mengalahkan ular Python Burma yang bahkan ukurannya mencapai 3 kali panjang tubuhnya. Pemula harus berhati-hati ya.

Jenis Ular Peliharaan Green Tree Python (Chondro)

Jenis Ular Peliharaan Sanca Hijau

Sumber: Deviantart.net

Ular Green Tree Python juga tak kalah menarik dijadikan sebagai ular peliharaan. Hewan melata satu ini sepertinya punya banyak nama. Ada yang menyebutnya ular Chondro, Sanca Hijau, Green Tree Python, hingga Morelia Viridis. Ia banyak ditemukan di daerah Papua, Papua Nugini, dan Australia.

Green Tree Python merupakan jenis ular yang cukup banyak menghabiskan waktunya untuk bersantai di dahan pohon sembari memasang pose yang sangat unik, yakni dengan menggulung tubuhnya, kemudian merebahkannya di atas dahan pohon bak pelana kuda, serta menaruh kepalanya pada bagian tengah tubuhnya.

Ia juga dikenal dengan nama Sanca Hijau. Walaupun begitu, tidak semua jenis Morelia Viridis ini berwarna hijau loh. Kebanyakan memang berwarna cantik dan cerah sehingga dimintai sebagai ular peliharaan, seperti hijau daun, kuning cerah, merah, hingga biru langit.

Green Tree Python memiliki perawakan yang langsing. Kepalanya besar dan berbentuk menyerupai segitiga. Ekornya terbilang panjang karena memakan 14 persen total panjang tubuhnya. Serta saat dewasa, ular peliharaan ini biasanya memiliki panjang tubuh sekitar 1,5 sampai 2 meter.

Green Tree Python juga merupakan tipe ular peliharaan yang memiliki kulit tipis dan butuh kelembaban udara. Kulitnya rentan kering, sehingga dapat mengganggu proses pergantian kulitnya. Oleh karena itu, kelembaban kandang perlu selalu diperhatikan.

Untuk mempertahankan kelembaban kandang, semprotkan air hingga terlihat butiran air menempel pada dinding kandangnya. Kemudian tutup dan biarkan selama 3 jam. Jika dalam waktu 3 jam butiran air menghilang, maka kelembabannya masih kurang.

Selain itu, ular peliharaan yang satu ini juga banyak menghabiskan waktunya di pepohonan. Maka dari itu, fasilitasi pula Green Tree Python kesayanganmu dengan batang kayu yang sekiranya berdiameter sama dengan tubuhnya, sebagai singgasana dimana ia beristirahat setiap harinya.

Jenis Ular Peliharaan Emerald Tree Boa

Jenis Ular Peliharaan Boa Hijau Khatulistiwa

Sumber: Buildingourzoo.com

Emerald Tree Boa atau Boa Hijau Khatulistiwa. Ia merupakan kembaran Green Tree Python. Coba perhatikan mulai dari bentuk tubuhnya hingga karakternya saat memilih posisi tidur. Nyaris sama persis bukan? Tak heran banyak orang yang mengira keduanya merupakan jenis ular yang sama.

Padahal hal itu tidak benar adanya. Jika kita memperhatikannya lebih teliti, maka kita akan mendapati beberapa perbedaan pada dirinya. Ya, memang sih sebagian ciri perbedaan antara keduanya hanya bisa dilihat oleh para ahli. Misalnya seperti struktur tulangnya.

Ketika kita membandingkan pola warna antara Emerald Tree Boa dengan Green Tree Python, maka kita akan menemukan perbedaan pertama. Itu adalah motif garis pada punggung Emerald Tree Boa. Memang benar, Green Tree Python tidak memiliki motif seperti itu.

Daerah penemuan kedua jenis ular peliharaan ini pun berbeda. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, Green Tree Python ditemukan di wilayah Indonesia, Nugini, dan Australia. Sedangkan Emerald Tree Boa banyak ditemukan di wilayah Amerika.

Yang signifikan antara keduanya adalah bagaimana kedua hewan ini melakukan proses reproduksi atau menghasilkan keturunan baru. Seperti kebanyakan jenis Sanca, Green Tree Python berkembang biak dengan cara bertelur. Namun Boa berkembang biak dengan cara melahirkan (Ovovivipar).

Jenis Ular Peliharaan Boa Constrictor (Boa Pembelit)

Jenis Ular Peliharaan Boa Pembelit

Sumber: Abcnews4.com

Jenis ular peliharaan lain dari keluarga Boa adalah Boa Constrictor alias Boa Pembelit. Postur tubuh, ukuran, serta kombinasi warnanya hampir mirip dengan kebanyakan ular Sanca. Bagi yang masih asing dengan dunia per-ular-an mungkin akan sedikit keliru saat membedakannya.

Ular Boa Constrictor dapat hidup hingga usia 40 tahunan. Tubuh besarnya bisa mencapai panjang 3 sampai 7 meter. Namun umumnya, Boa Constrictor betina memiliki ukuran tubuh yang lebih besar daripada jantan. Kulitnya bermotif cantik yang didominasi oleh warna kecokelatan.

Yang unik dari ular ini terletak pada salah satu organ penting dalam tubuhnya, tepatnya organ pernafasannya. Tidak seperti jenis ular lain yang hanya memiliki satu paru-paru saja, ular peliharaan yang satu ini justru memiliki dua buah paru-paru.

Ular Boa Constrictor merupakan jenis ular yang cukup banyak bergerak, khususnya di malam hari. Kandang yang luas mungkin diperlukan agar dia bisa menggerakan otot-otot kekar tubuhnya. Namun semakin luas kandang, tempat persembunyian pun diperlukan agar Boa Constrictor merasa lebih nyaman.

Pakan berupa tikus hidup dapat diberikan jika kamu menginginkan insting berburu Boa tetap hidup. Namun jika kamu khawatir pakan hidup berpotensi melukai, maka berikanlah pakan dalam kondisi mati. Sesuaikanlah ukuran pakan dengan ukuran tubuh Boa Constrictor peliharaanmu.

Air tentu sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup Boa Constrictor. Kulit yang kering akan mempersulit Boa dalam berganti kulit. Karenanya, sediakanlah wadah berisi air agar Boa Constrictor dapat memenuhi kebutuhan airnya, baik itu untuk minum maupun untuk berendam.

Jenis Ular Peliharaan Mono Pohon (Boa Pohon Papua)

Jenis Ular Peliharaan Mono Pohon

Sumber: Wikipedia

Mono Pohon, di kalangan para hobbyist lebih akrab dengan sapaan Monop. Ia juga kerap disebut sebagai Boa Pohon Papua. Iya, ular ini termasuk dari keluarga ular Boa. Bahkan ular peliharaan yang satu ini merupakan jenis terkecil dari keluarganya.

Kebanyakan ular Boa memiliki ukuran yang hampir menandingi ukuran tubuh dari keluarga Piton. Namun Monop hanya memiliki panjang tubuh 1 meter saja. Ia memiliki kulit yang cukup eksotis dan biasanya berwarna kecokelatan.

Seperti jenis ular Boa lainnya, Monop juga bukan merupakan tipe ular berbisa. Ia merupakan ular peliharaan yang karakternya cukup tenang dan tidak agresif. Tak heran jika Monop direkomendasikan untuk para pemula.

Memelihara Monop tidak begitu sulit, bahkan bisa dibilang mudah. Satu ekor cicak sudah cukup memenuhi kebutuhan perut ular ini selama sepekan. Ajaklah ia berjemur di bawah matahari pagi dan sediakanlah kolam renang pribadi di kandangnya.

Jenis Ular Peliharaan Corn Snake (Ular Jagung)

Jenis Ular Peliharaan Corn Snake

wildphotography.biz

Jenis ular Corn Snake juga sangat direkomendasikan bagi pemula untuk memulai hobinya. Karakternya jinak dan tidak agresif. Selain itu, Corn Snake juga buka termasuk jenis ular peliharaan yang berbisa. Sehingga aman untuk dipelihara, sekalipun oleh anak-anak.

Mungkin karakter seperti itu tumbuh akibat interaksi dengan manusia yang sangat sering. Mereka sudah sangat akrab dengan manusia selama di peternakan. Dengan begitu, mereka tidak menganggap manusia sebagai ancaman lagi.

Kebanyakan Corn Snake mempunyai warna kulit yang cantik serta bervariasi. Ia memang sudah cukup lama “mengabdi” sebagai hewan peliharaan, sehingga banyak ahli yang mulai mengawin silangkannya agar memperoleh warna corak terbaik.

Ular peliharaan yang satu ini ternyata berasal dari Amerika Serikat. Ukuran tubuhnya saat dewasa sekitar 1,2 hingga 1,8 meter. Usianya juga cukup panjang, mereka dapat hidup sekitar 8 tahun di alamnya, namun bisa mencapai 23 tahun saat dipelihara dengan baik.

Pemeliharanya perlu mengenali karakter asli Corn Snake yang bersifat Agoraphobic alias canggung saat berada di ruangan terbuka. Oleh karena itu, kandang Corn Snake tidak perlu terlalu luas. Ukuran kandangnya dapat diperluas secara bertahap seiring bertambah ukuran tubuhnya.

Seperti reptil lainnya, Corn Snake merupakan hewan berdarah dingin dimana mereka tidak mampu untuk menghangatkan tubuhnya sendiri. Pekalah sebagai pemelihara. Jangan biarkan mereka kedinginan. Berikan penghangat pada kandangnya serta ajaklah ia berjemur sesekali. Tapi usahakan jangan terkena sinar matahari langsung agar meminimalisir resiko dehidrasi.

Makanan favoritnya adalah bayi tikus. Tikus kecil yang masih berwarna kemerahan mungkin terasa sangat lezat bagi ular peliharaan yang satu ini. Makanan tersebut dapat diberikan sekitar satu pekan sekali.

Jenis Ular Peliharaan King Snake (Ular Raja Amerika)

Jenis Ular Peliharaan Raja Amerika

Sumber: Animals.Sandiegozoo.org

King Snake mungkin merupakan jenis ular yang paling ditakuti oleh rekan-rekannya sebangsa ular. Tak pernah pandang bulu, hampir semua jenis ular lain hanya bisa terkapar pasrah menjadi santapan favorit ular peliharaan ini.

Itulah sebabnya ular ini dikenal sebagai ular Raja Amerika. Sekalipun calon mangsanya itu merupakan jenis ular berbisa mematikan seperti ular Derik dan ular Karang, ular Raja tak pernah segan untuk mengejarnya. Ia juga merupakan predator bagi kadal, burung, hingga tikus.

Beberapa jenis dari spesies King Snake terlihat cukup menyeramkan. Namun sebenarnya, ular peliharaan yang satu ini tidak semengerikan yang dibayangkan loh. Bahkan di depan manusia, ia merupakan jenis ular yang tenang. Ia juga tidak berbisa sehingga banyak dipelihara.

Jenis Ular Peliharaan Sunbeam Snake (Ular Pelangi)

Jenis Ular Peliharaan Ular Pelangi

Sumber: Catatansekigawa.blogspot.co.id

Ular Pelangi merupakan salah satu jenis ular peliharaan yang cocok bagi pemula. Hampir seperti Corn Snake, ular ini juga sering kali tidak melakukan serangan saat ditangkap sekalipun dalam keadaan liar. Untuk melindungi diri, ia akan menggetarkan ekornya atau mengeluarkan bau yang cukup memualkan. Ia juga tidak berbisa, sehingga aman dipelihara.

Kulitnya sangat unik dan menarik. Selain relatif tebal dan bermutu baik, jenis ular pelangi ini juga termasuk salah satu jenis ular yang kulitnya diperjual belikan oleh para pedagang kulit ular. Warna kulitnya hitam kecokelatan, namun sisiknya transparan serta mampu membiaskan cahaya matahari sehingga terlihat seperti pelangi.

Ular Pelangi sebenarnya cukup aktif di siang maupun malam hari. Namun karena pemalu, mereka jarang terlihat berkeliaran di siang hari. Mereka keluar untuk berburu santapan lezat seperti kadal, katak, ikan kecil, burung-burung yang bersarang di tanah, hingga jenis ular lainnya.

Habitat aslinya adalah daerah-daerah lembab seperti sawah dan rawa-rawa. Terkadang mereka juga dapat ditemukan di hutan yang dekat dengan perairan. Karena itu, sediakanlah kolam renang pribadi berupa baskom atau wadah berisi air saat kamu memutuskan untuk memeliharanya.

Jenis Ular Peliharaan Ular Pucuk (Ular Gadung)

Jenis Ular Peliharaan Ular Pucuk

Sumber: Pinterest

Buat kamu yang ingin mencoba memelihara ular yang sedikit menantang, mungkin ular Pucuk bisa menjadi pilihan. Ular ini juga dikenal juga sebagai ular Gadung. Ia tergolong ular berbisa lemah hingga menengah. Masih cukup aman untuk dipelihara.

Tubuhnya relatif cantik. Warna hijau cerah menyelimuti tubuhnya yang panjang dan ramping. Ular Pucuk tergolong ular kecil. Saat dewasa pun ukurannya hanya sebesar jempol orang dewasa saja, kurang lebih. Kepalanya berbentuk segitiga dengan ujung yang cukup lancip.

Jangan samakan ular Pucuk dengan ular Gadung ekor merah ya. Ular Gadung ekor merah juga mempunyai warna yang hampir mirip dengan ular Pucuk. Sayangnya, ular Gadung ekor merah merupakan jenis ular berbisa kuat.

Populasinya dalam keadaan liar masih cukup banyak. Tidak jarang kita bisa menjumpainya di pohon-pohon, khususnya di daerah perkampungan. Namun saat ular ini ditangkap dalam keadaan liar, kebanyakan cukup agresif. Mereka tidak akan tinggal diam tanpa perlawanan.

Biarpun agresif saat ditangkap, tidak butuh waktu lama, biasanya ular Pucuk sudah bisa menerima takdirnya ditangkap manusia. Cukup mudah untuk menjinakkannya. Ini juga menjadi poin alasan mengapa ular Pucuk cocok untuk dipelihara.

Di alamnya, ular Pucuk biasa memangsa hewan-hewan kecil seperti cicak, kadal, bunglon, katak, mamalia kecil, hingga burung. Menggunakan bisa mereka melumpuhkan mangsanya. Karena ular Pucuk merupakan hewan diurnal, mereka lebih banyak berburu di siang hari.

Jenis Ular Peliharaan Anaconda Hijau

Jenis Ular Peliharaan Anaconda

Sumber: Animals.Sandiegozoo.org

Jangan salah sangka, hobi memang terkadang membuat seseorang menjadi sedikit “menggila”. Sesuatu yang sebenarnya ekstrim dan berbahaya tetap dilakukan demi menemukan sesuatu yang menyenangkan di baliknya. Seperti memelihara ular Anaconda Hijau.

Iya, ternyata banyak loh orang-orang yang memelihara ular peliharaan yang satu ini. Si reptil raksasa buas dari pedalaman Amazon, Anaconda Hijau. Tentunya ular ini hanya dipelihara oleh para “mastah”, karena resiko memelihara ular ini terlalu besar.

Anaconda Hijau merupakan jenis ular raksasa yang keagresifannya bukan main. Bahkan setelah beranak pinak hingga beberapa generasi, Anaconda Hijau tetap nyaris tidak bisa jinakkan. Terlebih lagi, Anaconda memiliki tenaga serta ukuran yang dahsyat. Memang satu dua dengan Retic.

Di habitat aslinya, Anaconda hidup di rawa-rawa dalam hutan. Menghabiskan waktu di dalam air selama berjam-jam menjadi kebiasaannya setiap hari. Hal itu dikarenakan Anaconda Hijau termasuk salah satu jenis ular air.

Menyantap tikus sepertinya sudah bukan levelnya lagi. Walaupun tikus juga tidak masalah, namun Anaconda Hijau lebih puas saat menyantap hewan-hewan besar seperti tapir, sapi, kerbau, kambing, babi hutan, bangau, atau bahkan sesama Anaconda alias kanibal.

Saat memutuskan untuk memelihara Anaconda Hijau, tentu saja kamu harus siap dengan berbagai resikonya. Anaconda Hijau tetaplah Anaconda. Sebaik apapun memeliharanya, sifat liarnya akan senantiasa ada dalam jiwanya. Renungkanlah kembali resikonya ya.

Harga Ular Peliharaan

Harga ular peliharaan ini tidak bisa dipatok secara pasti. Harganya sangat bergantung pada jenis, kualitas, ukuran, kejinakan, tempat penjualan, tempat asal, dan masih banyak lagi.

Biasanya, anakan ular yang tergolong murah dijual di kisaran puluhan hingga ratusan ribu rupiah. Namun sering kali dihargai ratusan ribu rupiah. Jenis ular Python Retic anakan juga biasanya dihargai di angka 100 sampai 300 ribu rupiah.

Untuk jenis ular yang dihargai dengan harga tinggi, harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Kebanyakan jenis ular python biasanya dijual seharga 5 juta ke atas.

Bahkan, jenis ular Python Lavender Albino termasuk salah satu jenis hewan peliharaan termahal di dunia yang dihargai di angka 20 ribu dolar Amerika per ekornya.

***

Sekian informasi seputar jenis-jenis dan harga dari ular peliharaan. Semoga artikel kali ini bisa membantu ya.

NB: Jika ada yang berniat untuk menjual ular peliharaan, diperkenankan untuk mempromosikannya lewat kolom komentar ya. Insyaallah akan kami approve. 🙂

20 Comments

  1. Mia hadi December 29, 2016
    • shiddieq January 11, 2017
      • Syaiful Rachman August 7, 2017
    • Qclie New January 18, 2018
  2. jami January 24, 2017
  3. topan February 6, 2017
  4. rezian February 27, 2017
    • shiddieq February 27, 2017
  5. chatrass April 4, 2017
    • Kuya Hejo April 4, 2017
  6. syekhan April 7, 2017
  7. Sammy Rafi April 27, 2017
  8. Har Peterson May 8, 2017
  9. Anggi July 9, 2017
  10. Syaiful Rachman August 7, 2017
  11. zaidan August 13, 2017
  12. Aris triseno September 11, 2017
  13. nazar February 10, 2018
  14. WICAX March 12, 2018
  15. Joko May 1, 2018

Leave a Reply