Ikan buntal air tawar? Emang ada, ya? Iya, ada. Ikan buntal itu bukan cuma di laut. Beberapa jenisnya diketahui menempati perairan tawar sebagai habitatnya.

Jadi, ikan buntal itu ternyata bisa digolongkan menjadi 3 kelompok berdasarkan habitatnya. Di antaranya meliputi:

  • Ikan buntal air tawar
  • Brackish (air payau), atau boleh deh, disebut semi air tawar kalau mau
  • Lalu kelompok terakhir, ikan buntal laut

Nah, kamu jadi ingin tahu lebih jauh tentang ikan ini, bukan? Untuk itu, pada kesempatan kali ini, kita akan sama-sama membahas berbagai hal tentangnya. Mulai dari habitat, karakteristik, jenis-jenis ikan buntal air tawar, hingga tentang perawatannya secara umum.

Mengenal Ikan Buntal Air Tawar

Kenalan Sama Ikan Buntal Air Tawar yang Memesona
YouTube

Secara umum, ikan buntal air tawar memiliki beberapa kesamaan, khususnya dari segi habitat, juga sebagian karakternya. Sebelum membahas soal ragam jenisnya, kita kenali dulu beberapa hal tentang mereka, yuk.

#1. Habitat Ikan Buntal Air Tawar

Sesuai sebutannya, ikan buntal air tawar tentunya mendiami daerah-daerah perairan tanpa kandungan garam, alias berair tawar. Misalnya, sungai dan danau, yang mana setiap jenisnya memiliki area penyebarannya masing-masing.

Sebagian besar jenisnya berasal dari daerah perairan yang relatif hangat, termasuk area vegetasi, serta memiliki stok moluska yang cukup melimpah. Sebab, hewan bercangkang keras seperti siput adalah di antara makanan favoritnya.

#2. Karakteristik Ikan Buntal Air Tawar

Kemudian soal karakteristiknya, ikan buntal air tawar juga memiliki beberapa kesamaan antara tiap jenisnya. Misalnya dalam hal-hal berikut ini:

Temperamen

Konsep single-tank harus diterapkan saat kamu memutuskan memelihara ikan ini. Meski banyak di antara jenisnya yang sangat interaktif, bukan berarti mereka bersahabat dengan ikan lainnya. Kematian tankmate adalah satu kasus yang sangat sering terjadi.

Ikan buntal biasanya memiliki karakter yang agresif. Mereka tidak segan memakan teman serumahnya (baca: akuarium), atau berkelahi dengan jenisnya sendiri.

Selain menyebabkan kematian, cacat fisik seperti kerusakan ekor dan sirip, atau bahkan kehilangan sebelah mata, juga termasuk contoh kasus penganiayan yang biasa dilakukan oleh ikan ini.

Keagresifannya tersebut sangat didukung dengan senjata andalannya, yang berupa gigi besar lagi tajam pada mulutnya. Coba bayangkan, tubuh lobster hingga kerang saja bisa dihancurkannya, apalagi ikan lain yang tidak memiliki perlindungan semacam itu.

Ada juga jenis yang tidak begitu aktif, namun menjadi pembunuh dalam diam. Saat ikan lain lengah dan mendekatinya, mereka mendadak bergerak untuk menerkamnya.

Pemakan Hewan Bercangkang atau Berkulit Keras

Ikan buntal air tawar biasanya merupakan jenis ikan moluskivora, yang berarti pemakan moluska, khususnya lagi yang bercangkang keras seperti kerang. Meski begitu, ada juga yang disebut-sebut tidak boleh diberi pakan berupa kerang-kerangan, seperti ikan buntal fahaka di antaranya.

Selain kerang, mereka juga gemar memakan hewan-hewan keras lainnya, seperti siput-siputan, kepiting, lobster, udang, kelabang, jangkrik, dan lain sebagainya. Ikan-ikan kecil juga kerap menjadi santapannya, termasuk mereka yang seharusnya menjadi rekan seakuariumnya.

Mengapa mereka membutuhkan pakan yang keras? Di antara alasannya ialah guna mengontrol pertumbuhan giginya yang sangat tajam. Mirip seperti mamalia pengerat. Jika giginya dibiarkan terus tumbuh, hal ini bisa berbalik menjadi bencana bagi mereka sendiri.

Bisakah Menggembung?

Bisa, dong. Kalau tidak bisa, bukan ikan buntal namanya. Mereka dibekali kemampuan menghirup udara atau air dari sekelilingnya, untuk menggembungkan dirinya hingga 2 sampai 3 kali lipat dari ukuran semula.

Memiliki Racun

Sebagian besar jenis ikan buntal, baik mereka yang hidup di air tawar maupun air laut, mempunyai kandungan racun di dalam tubuhnya. Meski bukan untuk menyerang musuh, namun siapa saja yang memakan ikan ini dapat merasakan akibat dari racunnya.

Racun tetrodotoksin merupakan jenis racun yang dimiliki ikan buntal. Racun ini menyerang syaraf, sangat mematikan, bahkan disebut-sebut lebih kuat dari sianida. Sebagian besar orang yang terdampak racun ini tidak dapat diselamatkan.

Jadi, jangan pernah sekali-kali mencoba untuk mencicipinya, sekalipun kamu sudah bosan untuk memeliharanya. Kecuali, jika kamu memesan hidangan siap makan dari koki ahli dengan kemampuan yang terjamin.

Jenis Ikan Buntal Air Tawar

Ada beberapa jenis ikan buntal yang diketahui berasal dari wilayah perairan tawar. Sebagian di antaranya, akan kami ulas dalam bahasan berikut ini:

#1. Mbu Puffer (Tetraodon Mbu)

Ikan Buntal Air Tawar Terbesar
Vamonde.com

Mbu, merekalah yang memegang rekor sebagai jenis ikan buntal air tawar terbesar di dunia. Ukurannya nggak main-main. Untuk seekor ikan buntal, jenis ini diketahui dapat tumbuh hingga 75 cm. Wow!

Berikut data diri tentang ikan buntal mbu:

Nama IlmiahTetraodon mbu
Nama UmumIkan buntal mbu, mbu puffer, ikan buntal raksasa, dan sebagainya
Daerah AsalAfrika, termasuk danau Tanganyika dan sungai Kongo
UkuranBisa tumbuh hingga 75 cm
MakananMoluska, siput-siputan, krustasea, ikan, dan lain-lain
PerilakuAgresif, interaktif
pH air7,0 sampai 8,0
Suhu air24 sampai 26 derajat celcius
HargaLebih dari Rp. 2.000.000,- per ekor untuk ukuran kecilnya saja

#2. Fahaka Puffer (Tetraodon Lineatus)

Ikan Buntal Fahaka
Zoochat.com

Selanjutnya adalah ikan buntal fahaka. Mereka adalah jenis yang terbesar kedua setelah saudaranya, mbu. Mereka juga termasuk salah satu jenis yang paling sering dipelihara, khususnya oleh penghobi puffer di Indonesia.

Kamu bisa cek data-data dari ikan buntal fahaka dalam tabel berikut ini:

Nama IlmiahTetraodon lineatus
Nama UmumIkan buntal fahaka, fahaka puffer, nile puffer, globe puffer, dan lain-lain
AsalnyaAfrika, salah satunya sungai Nil
Ukuran TubuhBisa mencapai panjang 45 cm
PakanSiput, cacing tanah, serangga, krustasea, ikan, dan pelet karnivora
KarakterAgresif, interaktif dengan pemiliknya, gemar mengubur diri dalam pasir
pH Air6,5 sampai 7,5
Suhu Air22 sampai 26°C
HargaSekitar Rp. 50.000,- untuk ukuran kecil, sedangkan dewasa bisa dijual lebih dari Rp. 1.000.000,-

#3. Congo Puffer (Tetraodon Miurus)

Tetraodon Miurus
Pinterest

Ikan buntal kongo, ini merupakan spesies ikan buntal air tawar yang masih jarang ada di Indonesia. Hal ini terbukti dari masih sepinya pembicaraan tentang ikan ini di grup komunitas penghobi dan nihilnya stok di toko-toko online.

Penasaran dengannya? Berikut beberapa data penting yang mungkin berguna:

Nama IlmiahTetraodon miurus
Nama SapaanIkan buntal kongo, congo puffer, potato puffer, dan sebagainya
Negara AsalSesuai dengan namanya, berasal dari Kongo
Ukuran TubuhBisa tumbuh sampai sekitar 15 cm
DietCenderung piscivora (pemakan ikan), utamanya pakan hidup
PerilakuHobi bersembunyi, bisa berubah warna seperti bunglon, agresif
pHRelatif netral, antara 6.5-7.8
Temperatur23,8-27,8° C

#4. Dwarf Puffer (Carinotetraodon Travancoricus)

Dwarf Puffer
Imcorp.jp

Dwarf puffer atau si ikan buntal kerdil. Dinamakan “kerdil”, karena memang ukurannya yang sangat mungil. Ukuran terbesar diketahui hanya mampu tumbuh sampai 3,5 cm saja. Sebuah pilihan tepat buat kamu yang hanya bisa memiliki akuarium kecil.

Berikut sebagian data-data penting dari ikan buntal jenis ini:

Nama LatinCarinotetraodon travancoricus
Nama LainIkan buntal kerdil, dwarf puffer, malabar puffer, pea puffer, pygmy puffer, indian puffer, dan lain-lain
Daerah AsalEndemik India
Ukuran Maksimal3,5 cm saja
PakanZooplankton, krustasea, moluska, cacing, serangga
PerilakuBisa dipelihara dalam kelompok, namun agresif terhadap ikan lain
Kebutuhan pH6,8 sampai 8,3
Kebutuhan SuhuBerada di antara 22 dan 26 derajat celcius
Kisaran HargaBiasanya di bawah Rp. 30.000,-

#5. Red Eye Puffer (Carinotetraodon Lorteti)

Ikan Buntal Air Tawar Bermata Merah
Ratemyfishtank.com

Si ikan buntal bermata merah, merupakan penghuni air tawar seutuhnya. Mata merahnya memang menjadi nilai tambah dari ikan ini. Sedangkan untuk ukurannya terbilang kecil, karena hanya dapat tumbuh hingga 7,5 cm saja.

Berikut data diri tentang ikan buntal jenis ini:

Nama IlmiahCarinotetraodon lorteti
Nama PanggilanIkan buntal mata merah, red eye puffer, somphong’s puffer, dan lain-lain
HabitatMendiami perairan berarus lambat di beberapa daerah Asia
Ukuran TubuhMaksimal 7,5 cm
MakananCacing beku, udang kecil, kerang, keong air
KarakterAgresif, terutama para pejantannya
Kebutuhan pH Air6,5 sampai 7
Suhu Air24-27°C

#6. Ikan Buntal Kelapa (Pao Palembangensis)

Ikan Buntal Palembang
Riometa.eu

Ada juga ikan buntal kelapa, di mana ikan buntal ini akan benar-benar terlihat seperti buah kelapa saat menggembungkan dirinya. Mereka menghabiskan banyak waktunya di dasar air, berdiam diri, namun sejatinya sangat agresif terhadap ikan lain.

Cek lebih banyak hal tentangnya dalam tabel di bawah ini:

Nama LatinPao palembangensis
PanggilanIkan buntal kelapa, ikan buntal palembang, dragon puffer, humpback puffer, dan lain-lain
Tempat AsalThailand, Laos, Malaysia, dan Indonesia
UkuranBisa tumbuh hingga hampir 20 cm
DietMenyukai semua jenis kerang, siput, cacing, dan pakan hidup maupun beku lainnya
Perilaku IkanBanyak berdiam diri, agresif
Parameter pH6,8 sampai 7,6
Kehangatan Air25 sampai 28, dalam satuan derajat celcius
Rentang HargaRp. 50.000-150.000,- tergantung ukuran

#7. Hairy Puffer (Pao Baileyi)

Pao Baileyi
Fishbazaar.sg

Hairy puffer berarti berambut/berbulu. Hal ini mengarah pada tubuhnya yang memang dihiasi semacam rambut. Warnanya dominan gelap. Karakternya agak mirip dengan buntal kelapa, yakni termasuk ikan tipe bawah dan banyak menghabiskan waktu di antara sela dan batu.

Berikut hal-hal yang harus kamu ketahui tentang puffer jenis ini:

Nama LatinPao baileyi
Nama UmumHairy puffer alias ikan buntal berbulu
Daerah AsalSungai Mekong di Thailand dan Laos
Ukuran DewasaSekitar 12 cm
Variasi MakananCenderung pilih-pilih, namun seharusnya menyukai udang, siput, atau ikan perenang lambat
KarakternyaIkan tipe bawah dan banyak berdiam diri
Harga600 ribu sampai 1 jutaan (rupiah)

Sering Dianggap Ikan Buntal Air Tawar

Ikan Buntal Air Payau
Wikipedia

Banyak aquarist -khususnya pemula- yang keliru mengenai beberapa jenis ikan buntal. Jenis-jenis ini kadang dianggap sebagai penghuni air tawar. Padahal, mereka membutuhkan air payau, yang notabene merupakan tempat bertemunya antara air laut dan air tawar.

Karena pemahaman yang salah, maka cara si aquarist memeliharanya pun salah. Alih-alih dipelihara di air payau, mereka malah memiliharanya di air tawar. Akibatnya, ikan yang dipelihara tak mampu bertahan lama, hingga harus kehilangan nyawanya.

Nah, berangkat dari maraknya kasus semacam ini, maka penting sekali bagi kita untuk mengetahui terlebih dahulu ikan puffer apa yang ingin kita pelihara. Paling tidak, ketahui dulu jenis apakah ia, serta di mana habitat aslinya.

Berikut ini adalah beberapa jenis ikan buntal yang termasuk penghuni air payau, bukan air tawar:

  • Green spotted puffer (Dichotomyctere nigroviridis)
  • Eyespot puffer (Dichotomyctere ocellatus)
  • Milk spotted puffer (Chelonodon patoca)
  • Reticulated puffer (Arothron reticularis)
  • Dan lain-lain

Perawatan Umum Ikan Buntal Air Tawar

Cara Memelihara Ikan Buntal Air Tawar
Iere.org

Sebetulnya, kalau kamu memutuskan untuk memelihara ikan buntal air tawar, maka alangkah lebih baiknya jika kamu mempelajari cara merawatnya secara spesifik, tergantung jenis ikan buntal apa nanti yang ingin kamu pelihara.

Mengapa demikian? Sebab, beberapa jenis buntal mungkin memiliki beberapa poin perawatan yang berbeda. Salah satu yang paling menonjol ialah soal parameter air, mengingat mereka berasal dari daerah-daerah yang berbeda.

Namun secara garis besar, seperti inilah proses perawatan ikan buntal air tawar yang harus kamu lakukan:

#1. Mengenali Jenis Ikan Buntal yang Akan Dipelihara

Pertama, kenali terlebih dahulu, jenis ikan buntal air tawar apakah yang akan kamu pelihara. Kamu bisa memutuskan jenisnya dulu sebelum membeli (lebih disarankan), atau menanyakan langsung kepada penjual jenis apa yang akan kamu beli.

Alasannya sama seperti tadi, karena tiap jenis ikan buntal mungkin memiliki perawatan yang berbeda. Kalau tidak begini, bisa-bisa kamu keliru, seperti yang banyak terjadi pada kasus green spotted puffer yang kerap dianggap ikan air tawar.

#2. Akuarium dan Sistem Filtrasi

Selanjutnya soal akuarium pemeliharaan. Ukuran akuarium perlu disesuaikan dengan ukuran ikan buntal serta potensi pertumbuhan ke depannya. Jangan lupa kalau sebagian jenis ikan buntal bisa tumbuh cukup cepat.

Misal, kalau kamu memelihara mbu puffer, tentu akuarium yang digunakan tidak bisa seadanya, karena ikan ini bisa tumbuh hingga 75 cm. Lain cerita kalau kamu ingin memelihara dwarf puffer, di mana ikan ini masih bisa disimpan di dalam akuarium kecil.

Kebanyakan ikan buntal air tawar juga tidak tahan terhadap kondisi air yang buruk. Padatnya amonia dan parameter air yang tidak sesuai, bisa menjadi masalah serius bagi kesehatannya. Untuk itu, penggunaan sistem filtrasi adalah wajib, serta harus dibuat sebaik mungkin.

#3. Pakan

Ikan buntal secara umum adalah karnivora. Mereka mengonsumsi hewan lain, baik dalam kondisi hidup maupun beku. Pakan hidup akan menghidupkan jiwa predatornya, sedangkan pakan beku diketahui lebih aman dari parasit.

Hewan yang biasa dikonsumsinya, antara lain meliputi:

  • Moluska
  • Krustasea
  • Ikan lain
  • Cacing
  • Dan lain-lain

Ketahui lebih lanjut soal pakan terkait jenis apa yang nanti kamu pelihara. Sebab, bisa jadi ada satu dua jenis pakan yang justru tidak disarankan untuk diberikan pada buntal jenis tersebut. Seperti fahaka, yang justru tidak boleh diberi kerang-kerangan.

Satu lagi soal pakan. Bagi ikan buntal, masalah pakan juga berkaitan dengan perawatan giginya. Pakan keras harus diberikan, karena berfungsi untuk mengasah dan menumbuk giginya, agar tidak menjadi masalah bagi kesehatannya sendiri.

#4. Pemeliharaan Air

Seperti yang telah dikatakan tadi, ikan buntal harus mendapatkan perawatan air yang baik. Maka di antara rutinitas yang perlu kamu lakukan ialah senantiasa menguras akuarium, setidaknya 1 kali dalam sepekan.

Berapa banyak air yang diganti? Kurang lebih 30 sampai 50 persen dari total keseluharan air. Tidak disarankan menguras semua, karena akan terjadi perubahan parameter air secara penuh, sehingga ikan buntal mesti beradaptasi kembali.

Membersihkan dinding kaca, mengaduk substrat agar tidak memadat dan tidak pula mengikat kotoran, hingga mengganti media filter yang harus diganti secara berkala, adalah poin-poin lain yang juga harus kamu lakukan dalam rangka merawat air.

#5. Saat Ikan Buntal Sakit

Setiap makhluk hidup bisa sakit. Begitu pun dengan ikan buntal air tawar. Sayangnya, penyakit yang dialami mungkin berbeda, meski yang paling sering terjadi adalah white spot. Maka, apa yang harus dilakukan saat ikan buntal sakit?

Biasanya, ikan buntal akan dikarantina ke akuarium lain, tanpa substrat dan dekorasi. Di akuarium ini, barulah kamu bisa melakukan langkah pengobatan berikutnya, seperti menggunakan penghangat air (heater) dan memberinya obat tertentu.

Sebaiknya kamu berkonsultasi dulu kepada komunitas, untuk mengetahui penyakit apa yang dialami, serta treatment seperti apa yang sebaiknya dilakukan.

Melakukan karantina sendiri bertujuan agar penyakit tidak menyebar atau berkembang di dalam akuarium utama. Kamu juga sebaiknya membersihkan akuarium utama, agar kembali higienis saat digunakan kembali.

Akhir Kata

Itulah beberapa pembahasan soal ikan buntal air tawar.

Setidaknya, ada 4 sub topik utama yang kita bahas di sini. Mulai dari perkenalan, jenis-jenisnya, jenis lain yang juga kerap dianggap hidup di air tawar, hingga langkah perawatannya secara garis besar.

Jadi, sudahkah kamu memutuskan ikan buntal air tawar apa yang akan dipelihara? Ceritakan di kolom komentar, ya!

Semoga bermanfaat.