Mengenal Musang Pandan, Musang Beraroma Daun Pandan yang Menggemaskan

Musang Pandan – Tak hanya kucing dan anjing, ketika kita berbicara mengenai mamalia liar yang cukup sering ditemukan di perkotaan tentu identik dengan musang pula. Namun tetap saja, keberadaan musang tidak dapat menyaingi populasi kucing yang hidup di perkotaan.

Musang Pandan merupakan salah satu jenis musang yang paling terkenal ketimbang saudara-saudaranya sesama musang. Dinamakan musang Pandan karena hewan ini mengeluarkan aroma tubuh yang mirip dengan harum daun pandan. Namun kadang kala bau tersebut justru akan terasa begitu menyengat sehingga memuakkan.

Musang Pandan ini ternyata memiliki banyak nama panggilan. Selain dikenal dengan nama musang pandan, musang ini juga dikenal dengan nama musang Luwak, Luak atau Luwak, Musang Pulut (Malaysia), Careuh Bulan (bahasa Sunda), Toddy Cat, Common Musang, House Musang, dan Common Palm Civet.

Dulunya, musang Pandan dianggap sebagai hama yang meresahkan oleh masyarakat. Hal tersebut dikarenakan hewan ini merupakan salah satu predator utama yang mengintai ayam-ayam yang dipelihara oleh warga setempat.

Namun dengan seiring berjalannya waktu, pandangan masyarakat mengenai musang pandan ini mulai berubah. Mungkin karena terlihat menggemaskan, kini musang pandan mulai dilirik sebagai salah satu hewan yang cocok untuk dipelihara.

Ciri Fisik Musang Pandan

Ciri-ciri Musang Pandan

plus.google.com

Kebanyakan Musang Pandan dewasa memiliki ukuran tubuh yang dapat mencapai panjang hingga hampir 1 meter jika sudah diukur lengkap beserta ekornya yang cukup panjang. Dengan ukurannya yang terbilang besar, musang pandan ini biasanya memiliki berat sekitar 2 kg sampai 5 kg.

Sama sepertu halnya mamalia kebanyakan, Musang Pandan juga memiliki tubuh yang diselimuti oleh rambut. Rambut-rambut yang menyelimuti tubuhnya tersebut biasanya berwarna cokelat kehitaman atau abu-abu kehitaman. Terdapat pula motif pada tubuhnya yang membentuk garis-garis atau bintik-bintik. Selain itu, terdapat corak berwarna putih juga pada bagian wajahnya.

Karakter Musang Pandan

Perilaku Musang Pandan

jual-beli-hewan-peliharaan.blogspot.com

Musang Pandan merupakan hewan arboreal, yakni jenis hewan yang banyak menghabiskan waktunya di pepohonan. Karena itu, Musang Pandan sangat ahli soal memanjat dan bermain dari dahan ke dahan dengan lihainya. Namun tak jarang pula hewan ini turun dari pohon untuk mencari mangsa atau pun hal lainnya.

Selain bersifat arboreal, Musang Pandan juga termasuk salah satu jenis hewan nokturnal yang berarti lebih aktif di malam hari. Jika pada siang hari Musang Pandan beristirahat, ketika malam tiba mereka akan terbangun dan mulai mencari mangsanya.

Tak jarang Musang Pandan ditemukan di perkotaan atau perkampungan dalam keadaan liar. Hewan ini sering tertangkap mata warga sedang berkeliaran di atas atap rumah, kabel listrik, dan tempat-tempat lainnya, baik di siang hari maupun malam hari.

Musang Pandan merupakan hewan omnivora atau pemakan segala. Musang Pandang sangat menyukai buah-buahan segar seperti pisang, buah kopi dan pepaya, serangga, kadal, cacing tanah, bahkan ayam walaupun kasusnya jarang ditemukan.

Pencernaan Musang Pandan sangat singkat dan sederhana. Setelah mencerna buah-buahan, sering kali mereka akan mengeluarkan kembali biji-biji dari buah yang tidak dapat tercerna bersama dengan kotorannya. Itulah alasan mengapa Musang Pandan digunakan untuk memproduksi biji kopi luwak.

Fakta Unik Musang Pandan

Fakta Musang Pandan

jual-beli-hewan-peliharaan.blogspot.co.id

Sama seperti halnya hewan-hewan lainnya, musang pandan juga memiliki fakta yang menjadi ciri khas darinya. Bahkan di antara fakta-fakta yang ada tergolong sebuah hal yang unik dan tidak terbayangkan sebelumnya.

1. Musang Pandan Mengeluarkan Aroma Tubuh yang Khas

Keunikan dari musang pandan yang pertama adalah tubuhnya dapat mengeluarkan aroma yang khas. Aroma tubuhnya tersebut cenderung seperti aroma daun pandan yang dikenal harum. Itulah sebabnya mengapa hewan ini dinamakan musang pandan.

Namun kadang kala, aroma tubuhnya yang harum dapat berubah menjadi sangat pekat. Jika sudah seperti itu, baunya tersebut justru malah mengganggu karena membuat rasa memuakkan orang yang menciumnya.

2. Kotoran Musang Pandan Memiliki Harga yang Tinggi

Fakta unik yang selanjutnya dari musang pandan adalah kotorannya. Di pasar internasional, harga kotoran musang pandan ini dihargai sangat mahal. Unik bukan? Kotoran yang seharusnya menjadi benda yang menjijikan malah menjadi benda yang diberi harga tinggi.

Hal tersebut tak lain karena manfaatnya. Ya, sistem pencernaannya yang singkat berefek pada kotorannya. Ketika musang Pandan mengkonsumsi buah-buahan, bagian biji yang dikonsumsi oleh musang pandan akan ia keluarkan kembali karena tidak sempat tercerna.

Oleh karena itu, terciptalah kopi lezat yang kita kenal dengan nama kopi luwak. Biji dari buah kopi yang dimakan oleh musang pandan (luwak) akan keluar kembali bersama kotorannya.

Proses tersebut justru menghasilkan kopi yang sangat lezat, berkualitas, dan penuh manfaat. Oleh karena itu, harga kopi luwak yang beredar di pasar internasional dapat melambung sangat tinggi.

3. Dari Hama Menjadi Hewan Peliharaan, Itulah Musang Pandan

Musang pandan dulunya sempat dianggap sebagai hama dan sangat mengganggu. Keberadaannya seolah-olah tidak diterima oleh masyarakat. Alasannya tak lain karena hewan ini dianggap sebagai pencuri ayam milik warga.

Namun kini sudah tak lagi seperti itu. Tubuhnya yang menggemaskan dan mengeluarkan aroma yang harum menjadikan hewan ini diminati untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan.

Walaupun karakternya liar, namun Musang pandan dapat dijinakkan hingga benar-benar menjadi hewan peliharaan yang bersahabat dengan pemiliknya. Ya, seperti anjing dan kucing ataupun hewan peliharaan lainnya.

4. Mitosnya, Konon Musang Pandan Memiliki Keterkaitan dengan Hal Berbau Mistis dan Pengobatan

Di beberapa kalangan masyarakat, musang pandan dan juga musang jenis lainnya dipercaya memiliki keterkaitan dengan hal-hal yang berbau mistis. Misalnya seperti untuk memperoleh kemampuan-kemampuan yang tak lazim, ilmu-ilmu perdukunan, dan sebagainya.

Namun tentu saja hal tersebut hanya lah sebuah mitos belaka. Hanya kalangan masyarakat yang belum bisa berpikir maju dan mengikuti perkembangan zaman yang masih memanfaatkan hal seperti itu. Padahal hal tersebut dilarang dalam agama karena unsur kesyirikannya sangat jelas.

Tak hanya itu saja, daging musang pandan juga konon katanya memiliki khasiat dalam pengobatan beberapa jenis penyakit seperti asma, mengobati penyakit kulit, dan berbagai penyakit lainnya.

Hanya saja, sepertinya hal tersebut belum dapat dibuktikan secara ilmiah berdasarkan penelitian. Akan lebih baik menggunakan obat-obatan yang jelas sudah teruji demi usaha menggapai kesembuhan. Lagi pula, kehalalan daging musang pun perlu dipertanyakan.

5. Musang Pandan Itu Hewan Arboreal, Nokturnal, Omnivora, dan Terkadang Kanibal

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, Musang Pandan merupakan jenis hewan yang tergolong arboreal yang berarti banyak menghabiskan waktu di pepohonan. Memanjat adalah keahliannya. Namun biarpun begitu, tak jarang pula musang pandan turun ke tanah dan bersembunyi di semak belukar.

Musang Pandan juga merupakan jenis hewan nokturnal. Nokturnal adalah istilah yang dipergunakan untuk menyebutkan jenis hewan yang lebih aktif di malam hari. Dalam kata lain, musang pandan akan beraktifitas di malam hari, sedangkan pada siang harinya mereka cenderung lebih sering tidur atau bersembunyi, walaupun terkadang tetap beraktifitas.

Musang Pandan tak hanya memakan daging, namun juga memakan buah-buahan, makanan-makanan instan seperti bubur bayi, dan tak jarang memakan bangkai sesamanya. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa musang pandan merupakan hewan omnivora, yang berarti hewan pemakan segala.

Cara Menjinakkan Musang Pandan

Menjinakkan Musang Pandan

jual-beli-hewan-peliharaan.blogspot.com

Musang Pandan liar tentu akan berkarakter agresif karena belum terbiasa, merasa terancam, panik, bahkan stres dengan keberadaan manusia. Satwa ini membutuhkan waktu untuk beradaptasi dalam menjalankan kehidupan barunya bersama manusia.

Untuk membantu Musang Pandan liar beradapatasi, tentu dibutuhkan trik-trik khusus sehingga Musang Pandan menjadi jinak. Berikut pembahasan mengenai cara menjinakkan musang Pandan dengan cepat dan benar :

1. Menyiapkan Kandang Bagi Musang Pandan

Untuk menjinakkan Musang Pandan liar, tentu dibutuhkan sebuah kandang yang kokoh untuk membatasi sifat liar dan agresif yang dimilikinya. Namun pastikan pula kebersihan kandang terjaga agar Musang Pandan yang dijinakkan tidak terjangkit penyakit.

2. Rutin Memandikan Musang Pandan

Di beberapa pekan awal proses penjinakkan, musang Pandan perlu sering dimandikan. Hal tersebut dilakukan agar insting liar Musang Pandan yang dijinakkan dapat berkurang. Namun jangan sentuh Musang secara langsung karena Musang Pandan yang belum jinak akan mudah menyerang.

3. Pemberian Pakan Musang Pandan Secara Teratur

Berilah pakan Musang Pandan yang sedang dijinakkan setidaknya 2 sampai 4 kali dalam sehari dengan berbagai variasi makanan. Dalam hal pemberian pakan saat menjinakkan musang pandan, sebaiknya gunakan tangan secara langsung agar Musang pandan dapat merasa nyaman dengan kehadiran Anda.

Berilah Musang Pandan makanan berupa buah-buahan segar yang divariasikan tiap harinya. Namun makanan berupa daging, baik ayam atau pun bekicot pun perlu diberikan sekitar satu minggu sekali. Karena bagaimana pun juga, Musang Pandan merupakan hewan omnivora yang berarti pemakan segala.

4. Mengajak Musang Pandan Berkomunikasi

Biasakan pula untuk mengajaknya berkomunikasi agar Musang Pandan mudah mengenali suara Anda. Waktu makan adalah jadwal paling tepat untuk mengajak Musang Pandan berkomunikasi. Karena selain cepat mengenali suara Anda, musang pandan juga akan lebih cepat mengetahui jadwal makan hariannya.

5. Memberikan Sentuhan-sentuhan Pada Tubuh Musang Pandan

Jika musang Pandan mulai terlihat sedikit jinak, mulai lah untuk memberinya sentuhan lembut pada tubuhnya. Usap lah tubuhnya secara perlahan dan penuh kehati-hatian. Jangan terburu-buru atau memberikan gerakan mendadakan ketika menyentuhnya agar Musang Pandan tidak kaget atau malah menyerang.

Mulai lah kontak langsung dengan musang pandan ketika pemberian makan dengan cara menyuapinya. Jangan menyuapi musang Pandan menggunakan sarung tangan karena mereka akan menganggapnya sebagai ancaman pada dirinya.

Jangan lupa pula untuk memotong makanan dengan ukuran yang cukup besar, agar ketika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan, Anda memiliki jarak untuk menghindar dari serangannya.

6. Mengajak Musang Pandan Jalan-jalan Layaknya Anjing

Setelah musang pandan semakin terlihat jinak, mulai lah untuk mengajaknya berkeliling layaknya hewan peliharaan seperti anjing. Kalungkanlah rantai hewan agar pergerakan musang dapat Anda kendalikan serta mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

7. Mulailah Bermain dengan Musang Pandan

Langkah terakhir dalam proses penjinakan Musang Pandan adalah mengajaknya bermain. Namun perlu diingatkan, tahap ini adalah tahap paling terakhir karena harus dilakukan ketika musang pandan sudah cukup jinak.

Mulailah mengajak musang Pandan bermain dengan memberanikan diri untuk menggendongnya. Gendonglah musang Pandan dalam tempo waktu yang tak begitu lama, kemudian turunkan lah kembali. Lakukan hal tersebut secara berulang beberapa kali.

Jangan langsung menggendong musang pandan dalam waktu yang lama. Jika Musang Pandan merasa tidak nyaman ketika digendong, kemungkinan besar ia akan menyerang wajah Anda.

Seiring berjalannya waktu, Musang Pandan akan semakin menjinak. Namun kadang kala Musang Pandan akan kembali memberikan kejutan berupa gigitan ataupun cakaran. Entah hanya sebatas bentuk ungkapan ingin bermain ataupun karena “jiwa liarnya” yang kambuh kembali. Karena bagaimana pun juga, Musang Pandan tetaplah binatang liar yang cukup buas.

Cara Memelihara dan Merawat Musang Pandan dengan Tepat

Cara Memelihara Musang Pandan

blog.jar2.net

Setelah Musang Pandan yang Anda pelihara menjadi jinak, Anda tentu harus tetap memberikan perawatan maksimal. Selain agar tidak kembali menjadi liar, perawatan yang maksimal pun akan sangat berguna dalam hal kesehatan Musang Pandan.

Jika perawatan terhadap musang pandan kurang sempurna, efek buruk tak hanya berpotensi kepada musang pandan, melainkan kepada orang-orang yang berada di sekitarnya. Mengapa demikian? Tentu saja, seperti yang telah kita ketahui jika binatang terserang penyakit, maka penyakitnya tersebut dapat dengan mudah menular kepada manusia.

Untuk memberikan perawatan yang maksimal dalam proses pemeliharaan musang pandan, setidaknya Anda dianjurkan untuk melaksanakan beberapa poin berikut ini.

1. Kebersihan Kandang Musang Pandan Perlu Diperhatikan

Kebersihan kandang serta lingkungan sekitar tempat musang pandan dipelihara perlu diperhatikan. Jika kandang atau lingkungannya kotor dan terawat, maka kemungkinan musang pandan terjangkit penyakit lebih besar.

Rutin lah untuk membersihkan kandang musang pandan yang dipelihara. Semakin sering kandang dibersihkan, maka kesehatan musang pandan yang dipelihara akan lebih terjaga pula. Sebaliknya, jika kandang jarang dibersihkan, maka musang pandan yang dipelihara akan semakin mudah terserang penyakit.

2. Pemberian Makan Musang Pandan Dilakukan Secara Teratur

Pemberian makan pada musang pandan jelas perlu dilakukan secara teratur. Jika musang pandan kelaparan, kemungkinan ia akan menjadi semakin agresif. Selain itu, berbagai macam penyakit pun akan lebih rentan menyerangnya.

Mengingatkan kembali, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, pemberian makan pada Musang Pandan yang paling tepat adalah 2 sampai 4 kali dalam sehari. Sesuaikan pula makanan yang diberikan dengan usia musang pandan yang dipelihara, karena nutrisi yang dibutuhkan pun berbeda-beda tergantung usianya.

3. Perhatikan Kesehatan Tubuh Musang Pandan yang Dipelihara

Kesehatan Musang Pandan yang dipelihara tentu perlu selalu diawasi dan diperhatikan. Jika kondisi fisik musang pandan terlihat melemah, atau terdapat beberapa gejala penyakit yang dialaminya, maka itu bertanda kurang baik.

Solusinya, Anda dapat memberikan makanan-makanan sehat yang alami dan menghentikan pemberian makanan buatan semisal bubur bayi. Makanan sehat dan alami yang dapat Anda berikan adalah buah-buahan segar dan juga madu, karena musang pandan sangat menyukai makanan tersebut.

Namun jika sekiranya penyakit yang dialami musang pandan semakin parah, maka sangat dianjurkan untuk membawa musang pandan peliharaan ke dokter hewan. Dokter hewan lebih paham secara mendetil apa yang perlu dilakukan untuk membantu pengobatannya.

Musang Pandan yang terlihat memiliki berat badan berlebih pun bukan lah hal yang baik. Kondisi musang pandan yang seperti itu mengakibatkan terjangkitnya penyakit obesitas atau yang kita kenal dengan sebutan “kegemukan”.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Anda dapat sering mengajak musang pandan yang dipelihara bermain di taman. Ajak musang pandan peliharaan berlari-lari agar lemak berlebih dalam tubuhnya dapat terbakar sehingga berat badannya pun akan berkurang.

4. Perawatan Fisik Musang Pandan Pun Perlu Diperhatikan

Tak hanya kucing dan anjing saja yang harus dimandikan, hewan peliharaan lainnya pun perlu mendapatkan perawatan yang serupa, tak terkecuali dengan musang pandan. Kondisi tubuh yang kotor sangat berpengaruh pada kesehatannya.

Mandikan lah musang pandan yang Anda pelihara setidaknya satu kali dalam seminggu. Dengan memandikan musang pandan secara teratur, kesehatan serta kebersihannya pun akan semakin terawat dengan baik.

Jika jarang dimandikan dan kebersihan tubuhnya tidak dirawat, kemungkinan besar rambut-rambut yang menyelimut tubuhnya akan mudah rusak, bahkan rontok. Selain itu, kondisi tubuh yang tidak bersih juga berpotensi menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit.

Selain memandikannya, Anda juga perlu memperhatikan kondisi kuku musang pandan. Ketika kuku musang pandan sudah terbilang panjang dan tajam, jangan lupa untuk memotong ujung kukunya tersebut. Lakukan lah secara rutin dengan hati-hati agar musang pandan yang dipelihara tidak terluka.

Sesuaikan Makanan Musang Pandan dengan Usianya

Sesuaikan Makanan Musang Pandan

chun59.wordpress.com

Seperti yang tadi sudah dijelaskan secara singkat, Musang Pandan merupakan jenis hewan Omnivora yang berarti Musang Pandan akan memakan berbagai jenis makanan, tidak hanya terpaku pada daging semata ataupun buah-buahan saja.

Namun biarpun begitu, apa yang dikonsumsi oleh musang Pandan akan lebih baik jika disesuaikan dengan kebutuhan nutrisinya. Kebutuhan nutrisi musang pandan anakan dengan kebutuhan nutrisi musang pandan dewasa tentu tidak sama.

Oleh karena itu, sebaiknya pakan yang diberikan untuk musang pandan sesuai dengan usianya, lebih tepatnya sesuai dengan kebutuhan nutrisinya. Berikut ini beberapa jenis makanan yang cocok untuk musang sesuai dengan usianya.

1. Pada Saat Musang Pandan Masih Bayi

Ketika Musang Pandan bayi, atau berumur sekitar 0 sampai 2 bulan, maka makanan terbaik baginya adalah susu. Tentu saja, susu terbaik bagi musang pandan adalah susu yang berasal dari jenisnya sendiri. Ya, ASI orang tua musang pandan tersebut.

Namun jika sekiranya induk dari sang bayi musang pandan telah tiada, maka susu bubuk non laktosa rasa vanilla dirasa cukup baik diberikan kepadanya. Gunakan lah dot khusus hewan peliharaan. Berikan lah susu sekitar 4 jam sekali kepada bayi Musang Pandan.

Setelah Musang Pandan mencapai umur satu bulan, mulai lah mengenalkannya dengan makanan lainnya, namun pemberian susu tetap dilakukan. Berikan lah makanan blender berupa telur, hati ayam, pakan kucing, atau buah-buahan. Makanan tersebut dapat dicampurkan pula ke dalam susu yang diberikan.

Selain makanan blender, bayi musang Pandan juga cocok diberikan bubur bayi sebagai makanan utamanya. Selain menyukainya, kandungan gizi dalam bubur bayi juga cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi musang pandan.

2. Pada Saat Musang Berumur 2 Sampai 4 Bulan

Ketika Musang Pandan berusia sekitar 2 sampai 4 bulan mulai mampu mengkonsumsi makanan-makanan lainnya. Buah-buahan halus sangat tepat diberikan bagi sang Musang Pandan anakan. Setidaknya dalam seminggu, Musang Pandan diberi makanan berupa pepaya atau pisang sebanyak 2 kali.

Selain buah-buahan halus, anakan musang pandan dapat diberi makanan berupa bubur bayi atau nasi yang dicampur dengan kecap. Namun sebaiknya jangan bergantung pada kedua makanan ini, khawatir terjadi ketergantungan. Belum lagi kedua makanan tersebut bukan lah makanan musang Pandan yang alami di habitat liarnya.

Daging ayam atau kepala ayam yang telah direbus lebih layak diberikan untuk anakan musang pandan yang berumur 2 hingga 4 bulan. Makanan ini lebih baik diberikan ketimbang bubur bayi atau pun nasi kecap. Jangan lupa pula untuk memberinya minum.

3. Pada Saat Musang Pandan Dewasa

Setelah Musang Pandan berusia lebih dari 4 bulan, berarti ia sudah termasuk sebagai musang pandan dewasa. Makanan yang diberikan pun sebaiknya dibuat seperti pada habitat aslinya. Ya, makanan hidup lah yang paling cocok untuk musang pandan dewasa.

Musang Pandan dewasa sangat cocok diberikan makanan hidup berupa serangga, tikus, kadal, cacing-cacingan, dan berbagai macam hewan-hewan kecil lainnya. Makanan hidup akan tetap menjadikan musang pandan tidak kehilangan instingnya dalam berburu.

Jangan lupakan buah-buahan dalam pemberian pakan. Musang Pandan tetap lah merupakan hewan omnivora yang membutuhkan berbagai macam asupan nutrisi makanan. Jika pemberian pakan dapat seimbang, musang pandan berpotensi hidup lebih sehat.

Sebagai tambahan, musang pandan juga amat menyukai madu. Anda dapat memberikannya madu utuh yang masih menempel pada sarangannya. Kandungan yang berada dalam madu sangat bermanfaat bagi kesehatan musang pandan.

Cara Mengawinkan Musang Pandan

Mengawinkan Musang Pandan Jantan dengan Betina

ZooChat

Salah satu ciri makhluk hidup ialah memiliki kemampuan untuk menghasilkan keturunan. Dengan memiliki keturunan, populasi makhluk hidup tentu akan tetap terjaga dan terhindar dari ancaman kepunahan.

Pun sama halnya dengan musang pandan. Untuk mendapatkan keturunan musang pandan, tentu saja perlu dilakukan proses perkawinan. Dan untuk mengawinkannya dibutuhkan bantuan kita sebagai majikan yang memeliharanya.

1. Memilih Musang Pandan yang Akan Dikawinkan

Musang pandan yang akan dikawinkan harus merupakan musang pandan yang telah memasuki fase kesuburannya. Jangan memilih musang yang terlalu tua dan jangan pula yang terlalu tua, karena pastinya terlalu banyak resikonya.

Biasanya, Musang Pandan betina akan memasuki fase kesuburannya pada usia sekitar 8 bulan. Hal tersebut akan ditandai dengan adanya darah yang keluar kelamin musang pandan betina atau lebih dikenal dengan menstruasi (estrus).

Namun, usia paling tepat untuk mengawinkan musang pandan adalah ketika musang pandan memasuki usia sekitar 1 tahun. Pada saat itu, musang pandan akan sedang matang-matangnya dan sangat baik untuk dikawinkan.

Selain itu, proses perkawinan sebaiknya dilakukan sekitar 4 hari setelah musang pandan betina mengalami menstruasi (estrus). Karena pembuahan sel telur akan gagal jika dilakukan ketika musang betina dalam keadaan mestruasi.

2. Mencocokan Musang Pandan dan Betina

Setelah mengetahui musang pandan mana yang telah memasuki fase kesuburannya, maka poin selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mencocokan musang pandan jantang dengan musang pandan betina.

Diperlukan kecocokan antara musang pandan jantang dengan betinanya. Sebab jika seandainya kedua ekor musang tadi tidak merasa cocok, mereka tidak akan melakukan proses perkawinan, melainkan akan saling serang menyerang.

Untuk itu, cobalah menempatkan kedua musang pandan yang akan dikawinkan dalam dua kandang berbeda, kemudian disimpan secara bersebelahan. Atau bisa pula menyimpannya dalam satu kandang yang diberi sekat di tengahnya. Dari kedua cara tadi, kita akan mengetahui kecocokan di antara kedua ekor musang yang akan dikawinkan tadi.

3. Mulai Mencampurkan Musang Pandan dalam Satu Kandang

Setelah dirasa cocok antara musang pandan jantan dengan musang pandan betina, maka tahap selanjutnya adalah mulai mencampurkannya dalam satu kandang. Jangan lupa untuk memilih kandang dengan ukuran yang cukup besar agar keduanya merasa nyaman.

Perlu diingatkan, di awal-awal ketika dicampurkan, tak jarang kedua ekor musang pandan akan berkelahi. Musang pandan betina akan sedikit lebih agresif dari biasanya dan sering memberikan serangan terhadap pejantannya.

Namun, perlahan tapi pasti, musang jantan akan segera menaklukan musang pandan betina. Perkawinan pun akan segera terjadi dan berlangsung sepanjang hari secara berulang kali. Biasanya perkawinan akan terjadi di hari ketiga setelah dicampurkan antara musang pandan dengan betina dalam satu kandang.

4. Memisahkan Musang Pandan Jantang dengan Musang Pandan Betina Kembali

Setelah melakukan perkawinan, kemungkinan besar akan kembali terjadi pertengkaran di antara keduanya. Demi menjaga keselamatan janin, segera pindahkan musang pandan jantan ke kandang  lain.

5. Masa Kehamilan Musang Pandan Betina

Jika seandainya musang pandan betina berhasil dibuahi, maka kehamilan pun akan terjadi. Masa kehamilan pada musang pandan normalnya berlangsung selama kurang lebih hari sampai menuju fasa kelahiran.

Untuk mengetahui bahwa musang pandan betina tersebut sudah hamil atau belum, tentu saja ciri-ciri yang paling paling jelas ialah bentuk perutnya yang terlihat semakin membuncit. Semakin hari, perut musang pandan betina akan semakin membesar.

Namun, ada ciri-ciri lain pula yang dapat dilihat untuk memastikan kehamilan pada musang pandan tersebut. Misalnya seperti puting susu pada musang pandan akan semakin berwarna memerah dan ukurannya pun akan semakin membesar. Di samping itu, rambut-rambut yang terdapat di sekitar puting susu tersebut akan merontok.

Ciri lainnya adalah ukuran kelamin musang pandan betina yang terlihat semakin membesar seiring masa kehamilan. Ketika menjelang kelahiran ukuran kelaminnya akan mencapai titik maksimalnya.

Ciri-ciri kehamilan pada musang pandan selanjutnya dapat kita ketahui dengan melihat kotorannya. Ketika mengalami masa kehamilan, kotoran pada musang pandan akan cenderung terlihat lebih besar ketimbang biasanya. Entah apa penyebabnya, namun seperti itu lah keadaannya.

Resiko yang Akan Anda Peroleh Ketika Memelihara Musang Pandan

Resiko Memelihara Musang Pandan

Animals Adda

Tentu semua hewan yang akan dijadikan sebagai hewan peliharaan pastinya memiliki resiko tersendiri. Pun sama halnya dengan memelihara musang pandan. Anda harus siap menerima resikonya ketika memelihara musang pandan ini.

1. Walaupun Sudah Jinak, Musang Pandan Tetap Berpotensi Melontarkan Serangan

Insting binatang buas dan liar yang dimiliki oleh musang pandan peliharaan Anda akan tetap ada walaupun sudah melewati proses penjinakan. Terkadang, musang pandan sesekali akan melontarkan serangan berupa gigitan atau cakaran.

Biasanya musang pandan akan memberikan serangan tersebut ketika ia sedang merasa lapar atau stres. Namun terkadang juga, serangan yang dilontarkan oleh musang pandan hanyalah bentuk permainan dan keakraban antara musang pandan dengan sang majikan.

2. Musang Pandan Pun Bisa Terserang Penyakit

Setiap makhluk hidup di dunia ini tentu berpotensi terserang penyakit. Begitu pun dengan musang pandan. Kadang kala, musang pandan akan terserang penyakit, entah itu penyakit ringan ataupun penyakit yang berbahaya, bahkan sampai berefek pada kematian pada musang pandan.

Sebelum terserang penyakit, ada baiknya anda selalu menjaga kesahatan musang pandan yang Anda pelihara. Salah satu caranya ialah dengan selalu menjaga kebersihan musang pandan, kebersihan kandang, serta asupan gizi untuk musang yang tepat.

Musang pandang sering kali terkena penyakit berupa diare, mogok makan, 0besitas, stres, dan berbagai penyakit-penyakit lainnya. Jika musang pandan anda terlanjur terserang penyakit, jangan pernah ragu untuk membawanya ke dokter hewan atau orang-orang yang berpengalaman dalam menangani kasus tersebut.

Jika masalah kesehatan pada musang pandan peliharaan anda tidak diselesaikan sesegera mungkin, kesehatan anda sebagai majikannya pun bisa terancam. Kadang kala, ada beberapa penyakit pada musang pandan yang dapat menular pada manusia di sekitarnya. Oleh karena itu, sebaiknya penyakit pada musang pandan harus segera  diobati.

3. Agar Terhindar dari Penyakit, Membersihkan Kandang Musang Pandan Adalah Pekerjaan “Wajib”

Seperti yang telah disinggung sekilas pada poin pembasan sebelumnya, untuk menjaga tubuh musang pandan dari adanya berbagai macam penyakit, Anda perlu senantiasa membersihkan tubuh musang pandan, kandangnya, serta lingkungan di sekitarnya.

Memandikan musang pandan harus dilakukan dengan rutin dan sesuai aturan. Begitu pun ketika membersihkan kandang musang pandan. Kebersihan kandang musang pandan harus dirawat serutin mungkin dan sebersih mungkin. Kandang yang bersih akan menjadikan musang pandan kesayangan Anda lebih terhindar dari penyakit-penyakit yang mengintainya.

Pembahasan lebih lanjut mengenai penyakit pada musang pandan akan dilanjutkan di poin selanjutnya.

4. Aroma Tubuh Musang Pandan Kadang Kala Tercium Tidak Sedap

Musang Pandan memang dikenal sebagai salah satu hewan yang memiliki aroma tubuh nan harum bak daun pandan. Akan tetapi, aroma harus pandan tersebut dapat berubah menjadi aroma yang justru memuakkan.

Poin ini pun jelas perlu Anda perhatikan sebelum memelihara musang pandan. Mengapa demikian? Alasannya tak lain dikarenakan yang menerima konsekuensi kali ini tak hanya Anda pribadi, melainkan orang-orang yang berada di sekitar kandang musang pun akan terkena imbasnya pula.

Penyakit-penyakit yang Mengintai Musang Pandan

Penyakit Pada Musang Pandan

Wikipedia

Untuk semakin meningkatkan kewaspadaan kita selaku majikan dari musang pandan peliharaan kita, ada baiknya bagi kita untuk memahami terlebih dahulu penyakit apa saja yang dapat menyerang musang pandan, termasuk cara mencegah serta cara pengobatanya.

Diare Pada Musang Pandan

Tak hanya manusia saja yang dapat terserang penyakit diare. Musang pandan juga dapat terkena penyakit diare ini. Musang pandan pun akan cukup menderita ketika ia terserang penyakit diare.

Solusi pencegahan diare pada musang pandan adalah dengan menjaga makanan yang dikonsumsi musang setiap harinya. Pastikan ada tak pernah lupa untuk memberikan musang pandan yang anda pelihara buah-buahan segar yang baik untuk pencernaan seperti pisang dan pepaya.

Jika penyakit diare ini sudah terlanjur menyerang musang pandan kesayangan anda, tentu anda dapat membawanya ke dokter hewan. Anda juga dapat memberikan musang pandan yang anda pelihara dengan Cefixime dalam bentuk sirup maupun kapsul 100 mg. Obat tersebut berfungsi untuk mengurangi bakteri jahat yang hidup di dalam usus musang pandan. Berikan obat tersebut sesuai dengan dosisnya.

Musang Pandan Terlihat Mual dan Muntah-muntah

Kadang kala musang pandan yang anda pelihara mengalami gejala yang ditandai dengan muntah-muntah. Penyakit ini juga masih berkaitan erat dengan sistem pencernaan musang pandan anda.

Solusi pencegahan serta penyembuhannya pun tak jauh berbeda dengan penyembuhan diare. Makanan terbaik untuk mengatasi masalah pencernaan adalah buah-buahan. Jika seandainya kondisi semakin parah, anda dapat membawanya ke dokter hewan.

Kotoran Musang Pandan Berbau Amis, Berlendir, Atau Bahkan Berdarah

Parahnya kesehatan pencernaan musang pandan yang anda pelihara dapat terlihat dari kotoran yang dikeluarkannya. Jika kotoran musang pandan yang anda pelihara anda berbau amis, berlendir, atau bahkan berdarah, sebaiknya anda segera membawa musang pandan kesayangan anda ke dokter hewan.

Obat Imodium dapat anda berikan untuk membantu penyembuhan penyakit ini. Dengan diberikannya Imodium, musang pandan akan lebih jarang mengeluarkan kotorannya, serta ususnya pun tidak akan terlalu banyak melakukan gerakan. Namun perlu diingat, hanya gunakan obat ini ketika benar-benar dibutuhkan.

Musang Pandan Menderita Anemia (Kekurangan Darah)

Musang pandan juga dapat terkena penyakit anemia. Sebelumnya, apa sih anemia itu? Anemia adalah salah satu penyakit yang diakibatkan karena kekurangan sel darah merah sehingga ditandai dengan kondisi tubuh yang melemah dan tidak bersemangat.

Untuk mengatasi penyakit ini, anda dapat memberikannya buah-buahan yang banyak memiliki kandungan zat besi. Kandungan zat besi berguna dalam memperbanyak kandungan sel darah merah pada tubuh musang pandan. Dengan begitu, musang pandan kesayangan anda akan segera bersemangat lagi.

Sama Seperti Kucing, Musang Pandan Berpotensi Terserang Toksoplasma

Ternyata tak hanya kucing saja yang bisa terserang penyakit Toksoplasma, musang pandan juga bisa terkena penyakit ini. Penyakit memang penyakit yang berbahaya. Terlebih lagi toksoplasma merupakan jenis penyakit yang dapat menular kepada manusia.

Musang pandan bisa terserang penyakit toksoplasma akibat mengkonsumsi protozoa jenis toxoplasmosis gondii. Protozoa tersebut dapat termakan bersama makanan-makanan yang dimakan oleh musang pandan.

Untuk mencegah penyakit toksoplasma ini menular kepada anda selaku majikan musang pandan, jangan lupa untuk membiasakan diri agar mencuci tangan anda setelah menyentuh tubuh musang pandan peliharaan anda. Selain itu, bersihkan lah tubuh musang pandan anda beserta kandangnya secara rutin.

Tak Hanya Anjing, Musang Pandan Juga Bisa Terkena Penyakit Rabies

Seperti yang kita ketahui, penyakit rabies merupakan penyakit yang mematikan. Penyakit rabies ini disebabkan oleh virus rabies yang terletak pada air liur hewan. Jika virus ini menular kepada manusia, rabies berpotensi menyebabkan kematian.

Biasanya kita mengetahui bahwa penyakit rabies adalah jenis penyakit yang biasa terjadi pada anjing. Namun ternyata, bukan hanya anjing saja yang dapat terserang oleh virus rabies ini. Musang Pandan juga dapat menderita penyakit rabies.

Untuk melakukan tindakan pencegahan terjadinya rabies pada musang pandan yang anda pelihara, anda dapat memberikannya vaksin rabies. Kasarnya, vaksin merupakan virus yang sudah melemah. Oleh karena itu, vaksin ini sebaiknya diberikan kepada musang pandan yang sudah dewasa karena sudah memiliki daya tahan tubuh yang cukup kuat.

Harga Musang Pandan

Kisaran Harga Musang Pandan

catatanariefin.blogspot.co.id

Semenjak Musang Pandan mulai diminati sebagai hewan peliharaan, Musang Pandan pun mulai diperjual belikan di pasaran. Harga yang ditawarkan pun juga cukup bervariasi, tergantung kondisi fisik, jenis, dan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya.

Sebelum itu, ada informasi yang cukup unik mengenai harga musang pandan ini. Biasanya, harga musang pandan akan mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya usia dan juga ukuran musang pandan tersebut.

Ketika berusia sekitar 2 minggu, harga yang ditawarkan sekitar 450 ribu rupiah. Setelah beranjak ke usai 1 bulan, harganya mulai menurun ke angka 375 ribu rupiah. Dan ketika berusia 1,5 bulan, harga seekor musang pandan menjadi sekitar 335 ribu rupiah.

Harga yang ditawarkan untuk mendapatkan seekor Musang Pandan dewasa berkisar di antara angka 250 hingga 380 ribu rupiah. Sedangkan untuk Musang Pandan ekor putih dihargai di kisaran 850 ribu sampai sekitar 1 juta rupiah.

Unik bukan? Entah apa alassan sebenarnya mengapa pemberian harga musang pandan semakin menurun seiring dengan usianya. Namun bisa jadi, hal tersebut dikarenakan musang pandang yang berusia lebih muda cenderung lebih menggemaskan.

Selain itu, harga musang yang sudah dituliskan di atas bukan lah harga musang pandan secara mutlak. Harga tersebut hanyalah harga rata-rata, bisa jadi lebih tinggi dari harga yang tertera, bisa pula lebih murah dari harga yang tertera.

Kemudian, untuk kandang musang pandan sendiri tentu memiliki harga yang bervariasi pula. Terkatung kualitas, merk, desain, dan berbagai faktor lainnya. Harga kandang musang pandan kebanyakan berkisar antara 80 ribu rupiah hingga 200 ribu rupiah.

***

Itulah berbagai informasi lengkap mengenai musang pandan. Apakah Anda tertarik untuk memelihara hewan yang satu ini? Atau bahkan mungkin sudah memilikinya di rumah? Yang terpenting rawatlah musang pandan dengan semaksimal mungkin, agar musang pandan milik Anda tetap sehat dan jinak. Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

One Response

  1. Enny Law October 26, 2016

Leave a Reply