Pilihan Jenis Landak Mini, Serta Informasi Selengkapnya Mengenai Pemeliharaannya

Landak Mini – Berbeda dari kebanyakan jenis landak pada umumnya, landak yang satu ini merupakan jenis landak yang tidak berbahaya. Landak yang justru dijadikan sebagai hewan peliharaan ini bahkan terlihat cantik dan menggemaskan.

Landak mini namanya. Walaupun tubuhnya sama-sama diselimuti oleh rambut yang termodifikasi menjadi duri, namun duri yang dimiliki landak mini ini cukup aman dan tidak akan sampai melukai. Mirip seperti sikat.

Ketika mereka terancam bahaya, landak mini akan menggulungkan tubuhnya menjadi seperti bola sebesar genggaman tangan orang dewasa. Hal tersebut jelas tak seperti landak jenis lainnya yang justru mengembangkan duri-duri di tubuhnya ketika merasa terancam.

Landak mini ini termasuk dalam keluarga Erinaceinae. Benua Afrika merupakan tempat asal mereka. Di Afrika sendiri, landak mini ini dikenal dengan nama African Pygmy Hedgehog. Karena ia begitu menggemaskan, landak mini akhirnya mampu menarik perhatian warga dunia untuk memeliharanya.

Karena landak mini tergolong jenis hewan nokturnal, mereka akan lebih banyak beraktifitas di malam hari. Sedangkan ketika siang hari, landak mini akan menghabiskan waktunya untuk tidur di rerumputan atau tempat-tempat persembunyian lainnya.

Jenis-jenis Landak Mini

Jenis atau varietas dari landak mini berjumlah sangat banyak. Harga setiap jenisnya pun dapat berbeda-beda. Mulai dari yang cukup terjangkau sampai yang memiliki harga begitu mahal. Berikut ini jenis-jenis landak mini yang paling diminati oleh para penggemarnya.

#1 Jenis Landak Mini Pinto

Jenis Landak Mini 1

Sumber : esasatu14.blogspot.co.id

Landak mini Pinto ini memiliki kelainan warna pada kulit dan durinya sehingga warnanya terlihat bercampur antara cokelat kehitaman dan putih. Namun jangan salah dulu, karena faktor inilah justru landak mini Pinto terlihat amat cantik.

Harga landak mini Pinto ini cukup bervariasi, namun masih cukup terjangkau. Untuk mendapatkan satu ekor landak mini Pinto dewasa, Anda perlu menyiapkan uang di kisaran antara 150 ribu hingga 300 ribu rupiah.

#2 Jenis Landak Mini Salt and Pepper

Jenis Landak Mini 2

Sumber : tryandiputra.blogspot.com

Nama Salt and Pepper bermakna garam dan lada. Nama tersebut terinspirasi dari duri-duri di punggungnya yang terlihat seperti garam bercampur lada hitam. Karena memang landak mini salt and pepper ini berwarna hitam dan putih.

Untuk harganya sendiri, anakan landak mini Salt and Pepper ini dibanderol di kisaran harga antara 175 ribu hingga 250 ribu rupiah. Sedangkan untuk landak mini Salt and Pepper dewasa, harga yang ditawarkan berkisar antara 225 ribu hingga 300 ribu rupiah.

#3 Jenis Landak Mini Champagne

Jenis Landak Mini 3

Sumber : boyolandakyk.blogspot.co.id

Populasi landak mini Champagne ini tergolong langka dan sulit dijumpai di pasaran. ¾ Duri-duri yang berada pada tubuh landak mini jenis Champagne ini berwarna putih pirang, sedangkan warna dasar kulitnya berwarna krem.

#4 Jenis Landak Mini Charcoal

Jenis Landak Mini 4

Sumber : Kaskus

Landak mini jenis Charcoal terbagi lagi menjadi 2 varietas. Kedua varietas tersebut antara lain ialah jenis Charcoal Snowflake Grey dan jenis White Charcoal. Duri landak mini Charcoal Snowflake Grey didominasi oleh duri berwarna putih dan berujung hitam, sedangkan White Charcoal dominan dengan warna putih.

#5 Jenis Landak Mini Oak Brown

Jenis Landak Mini 5

Sumber : Duniaq.Com

Landak Mini Oak Brown ini memiliki tubuh yang dilapisi oleh duri-duri dengan perpaduan warna antara cokelat muda seperti kayu dari pohon Oak dengan warna putih. Karena itulah landak mini jenis ini dinamakan Oak Brown yang berarti “warna cokelat pohon Oak”.

#6 Jenis Landak Mini Albino

Jenis Landak Mini 6

Sumber : www.zita-hedgehogs.cz

Sebenarnya, albino merupakan kelainan genetik yang dimiliki oleh suatu makhluk hidup. Mereka yang menderita kelainan ini tidak memiliki pigmen warna, sehingga tubuhnya tampak berwarna putih atau merah muda.

Hal itu pun dirasakan oleh landak mini jenis albino. Warna kulit di balik durinya adalah merah muda, sedangkan durinya sendiri berwarna putih susu. Mata, juga bagian hidungnya pun berwarna merah muda.

Namun jangan salah dulu, sebab kelainan tersebutlah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi hewan mungil ini. Warna albino yang ia miliki menjadikan dirinya semakin tampak eksotik dan unik.

#7 Jenis Landak Mini Silver

Jenis Landak Mini 7

Sumber : rumahamsterikky.blogspot.co.id

Landak mini silver bukan berarti memiliki warna keperakan. Warna duri yang dimilikinya sendiri adalah perpaduan antara putih dan hitam. 30 sampai 50 persen durinya berwarna putih solid, sedangkan sisanya berwarna hitam.

Landak mini jenis ini juga memiliki beberapa bagian tubuh yang berwarna hitam. Di antaranya adalah bola mata, hidung, kulit pada punggung, serta telinga. Sedangkan bagian bawah tubuhnya berwarna putih.

#8 Jenis Landak Mini Platinum

Jenis Landak Mini 8

Sumber : Vinz-Prasetyo.Org

Landak Mini Platinum memiliki duri yang didominasi oleh warna putih. Persentasenya kurang lebih sekitar 95 hingga 97 persen. Sedangkan sisanya berwarna abu-abu cerah.

Mata, kuping, serta hidungnya cenderung berwarna kehitaman. Begitu pula dengan bagian kulit punggungnya yang berwarna hitam pekat. Sedangkan bagian kulit bawahnya putih gelap.

#9 Jenis Landak Mini Cinnamon

Jenis Landak Mini 9

Sumber : Duniaq.Com

Warna perpaduan pada kulit Landak Mini Cinnamon adalah putih dan cokelat muda. Hanya sekitar 5 persen saja bagian yang berwarna putih, sedangakan warna cokelat “cinnamon” mendominasi.

Bagian bawah tubuh hingga wajahnya memiliki warna putih yang serupa. Bola matanya berwarna hitam, sedangkan moncong, telapak kaki, juga telinga, memiliki warna merah muda.

#10 Jenis Landak Mini Appricot

Jenis Landak Mini 10

Sumber : qubicle.id

Jenis Landak Mini yang satu ini cukup populer di Indonesia. Landak Mini Appricot namanya. Kombinasi warna pada durinya terbilang cukup menarik, yakni oranye dan krem dengan ujung duri yang sedikit putih.

Tidak terdapat warna yang menjadi dominan pada wajahnya. Begitu pun dengan bagian perutnya yang hanya berwarna putih kulit kepink-pink-an semata. Sedangkan bola matanya agak kemerahan.

Kisaran Harga Landak Mini di Pasaran

Kisaran Harga Landak Mini

Sumber : nationalgeographic.com

Menentukan kisaran harga seekor landak mini memang terbilang cukup sulit. Sebab, banyak sekali faktor-faktor yang menentukan harga dari seekor landak mini yang dijual. Misalnya seperti jenis, kesehatan, motif, warna, dan sebagainya.

Akan tetapi, biasanya Landak Mini dijual di pasaran berada pada kisaran harga 150 ribu hingga 600 ribu rupiah. Harga tersebut bukan harga mutlak, namun bisa menjadi patokan harga standar yang bisa Anda dapatkan ketika membeli Landak Mini nanti.

Selain itu, kisaran harga tersebut sewaktu-waktu bisa saja berubah. Harga seekor Landak Mini juga bisa berubah mengikuti trend serta minat para konsumen yang ada. Bisa saja suatu saat nanti harga Landak Mini menjadi sangat mahal.

Saat ini saja, sudah cukup banyak Landak Mini yang dijual dengan harga yang sangat tinggi. Bahkan harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Tentu saja Landak Mini tersebut bukanlah Landak Mini biasa, pasti ada nilai tambah yang dimilikinya.

Cara Merawat dan Memelihara Landak Mini

Cara Merawat Landak Mini

Sumber : YouTube

Setiap hewan peliharaan tentu perlu diperhatikan kelangsungan hidupnya. Itu semua merupakan tanggung jawab ketika memutuskan untuk memelihara hewan peliharaan di rumah.

Tidak semua hewan dapat dipelihara dengan cara yang sama. Beberapa jenis hewan perlu dipelihara sedemikian rupa dengan penuh ketelitian serta kehati-hatian. Namun banyak pula jenis hewan yang terbilang cukup mudah dalam pemeliharaannya.

Cara memelihara Landak Mini tidak tergolong sulit. Namun, diperlukan keuletan serta konsistensi yang baik ketika merawatnya. Seperti teratur dalam menjaga kebersihan tubuh Landak Mini sekaligus kandangnya, memberinya makan, dan lain sebagainya.

#1 Menyiapkan Kandang Landak Mini yang Layak dan Nyaman Dihuni

Soal bahan baku kandang bagi Landak Mini bukan menjadi persoalan yang terlalu penting dalam memeliharanya. Landak Mini bisa diberikan kandang berupa akuarium kaca atau acrilic, kandang besi atau alumunium, box plastik, bahkan kotak kayu.

Yang perlu diperhatikan adalah ukurannya. Kandang bagi Landak Mini setidaknya berukuran 50 x 50 cm atau 40 x 60 cm, dengan ketinggian minimal 30 cm. Bagaimana jika lebih besar? Tak masalah. Semakin luas kandangnya, maka akan mengurangi resiko stres bagi Landak Mini.

Perhatikan apakah kandang Landak Mini memiliki sirkulasi udara yang baik atau tidak. Selain itu, simpanlah kandang tersebut pada suhu yang nyaman. Jika terlalu panas tentu akan berbahaya, sedangkan jika terlalu dingin bisa mengakibatkan Landak Mini memasuki fase hibernasi yang justru beresiko baginya.

Jangan lupa menyiapkan bedding atau alas di dalam kandang tersebut. Sebaiknya serbuk kayu dipilih sebagai alasnya. Hal itu dikarenakan serbuk kayu baik dalam penyerapan kotoran Landak Mini.

Lebih dari itu, serbuk kayu yang digunakan sebagai bedding akan semakin meningkatkan kenyamanan kandang bagi Landak Mini. Serbuk kayu tersebut akan menghangatkan tubuhnya ketika suhu terasa cukup dingin baginya.

Gantilah serbuk kayu tersebut secara teratur. Jika terlalu lama digunakan, maka kotoran yang tersimpan di balik serbuk kayu tersebut akan menjadi sumber timbulnya berbagai penyakit berbaya bagi Landak Mini kesayangan Anda.

Aksesoris penting lainnya yang harus tersedia di dalam kandang Landak Mini adalah tempat persembunyian atau hidding box. Tempat persembunyian tersebut dapat menggunakan pipa paralon bekas, kotak papan triplek, dus, atau menggunakan hidding box khusus hewan peliharaan.

Hidding Box tersebut akan berguna sebagai tempat persembunyiannya di siang hari mengingat Landak Mini merupakan nokturnal atau di kala Landak Mini memasuki fase melahirkan.

#2 Memberikan Makanan Sehat Bagi Landak Mini

Di alam liar, Landak Mini banyak mengkonsumsi serangga sebagai makanan sehari-harinya. Sehingga, hal itulah yang menyebabkan ia digolongkan ke dalam kelas insektifora.

Walaupun begitu, kadang kala Landak Mini juga mengkonsumsi beberapa jenis makanan lainnya. Misalnya seperti ulat Hongkong dan, Ulat Jerman, dan beberapa jenis ulat lainnya.

Namun ketika menjadi hewan peliharaan, Landak Mini juga sering diberi pakan buatan seperti makanan kucing atau anjing. Terkadang ia juga akan diberi susu. Namun sebaiknya, jangan diberi susu dalam jumlah yang terlalu banyak karena akan membahayakan kesehatannya.

Wadahkan pakan Landak Mini pada mangkuk kecil atau wadah makanan khusus hewan peliharaan. Jika tidak, makanannya akan tercampur dengan serutan kayu yang digunakan sebagai bedding.

Untuk masalah minum, sebaiknya gunakan tempat minum khusus yang biasa digunakan oleh hamster. Jika menggunakan wadah terbuka, air minum tersebut akan lebih cepat kotor karena terinjak-injak, dan lebih banyak yang terbuang.

#3 Menjaga Kesehatan Serta Kebersihan Tubuh Landak Mini

Menjaga kebersihan tubuh Landak Mini tentu merupakan hal yang sangat penting. Namun tetap frekuensinya harus diperhatikan. Jangan terlalu sering memandikannya. Setidaknya Landak Mini harus dimandikan sekitar 2 minggu sampai 1 bulan sekali.

Tidak terlalu sulit ketika memandikan Landak Mini sendiri. Peralatan yang dibutuhkan terbilang mudah didapatkan. Di antaranya adalah sikat gigi, sampo bayi atau sampo kucing, baskom, handuk, dan hairdryer (jika ada).

Untuk memandikannya, pertama, isi baskom dengan air dengan ketinggian kurang lebih setinggi badan Landak Mini yang Anda miliki. Landak Mini merupakan perenang yang handal, jadi tak perlu khawatir tenggelam.

Letakkan Landak Mini ke dalam baskom yang telah diisi air tersebut. Biarkan seluruh tubuhnya terbasuh dengan air. Setelah itu, sikatlah punggung dan perutnya menggunakan sikat gigi yang telah diberi sampo bayi.

Sikatlah berbagai macam kotoran yang menempel pada Sang Landak Mini. Jika sudah, bilaslah sisa sampo yang menempel pada tubuhnya dengan air bersih hingga kembali bersih.

Usap dan selimuti Landak Mini dengan handuk kering agar tidak kedinginan. Bila ada, keringkan pula dengan hairdryer. Namun jika tidak, jemur Landak Mini di bawah sinar matahari pagi selama sekitar 15 menit.

Berikut video cara memandikan Landak Mini dengan benar:

Perlu diperhatikan pula, jangan sampai memandikan Landak Mini di bawah usia 2 setengah bulan. Di usianya yang masih sangat kecil tersebut, fisiknya belum siap untuk dimandikan.

Cara Mengembangbiakan Landak Mini

Cara Mengawinkan Landak Mini

Sumber : BoredPanda.Com

Sama halnya seperti kelinci, Landak Mini juga tergolong sebagai hewan yang subur soal perkembangbiakan. Mereka mampu menghasilkan banyak keturunan dalam kurun waktu yang tidak lama.

Sebagai seorang “tuan” yang memelihara Landak Mini, sudah sepatutnya kita memahami mengenai perkembangbiakannya. Harapannya agar Landak Mini yang dipelihara bisa menghasilkan keturunan terbaik yang sehat dan juga selamat.

Masa subur Landak Mini biasanya dimulai ketika ia berusia 5 bulan. Pada masa subur tersebut, Landak Mini akan mulai sering melakukan perkawinan dengan lawan jenisnya dan menghasilkan banyak keturunan.

Ketika masa tersebut datang, Anda bisa menggabungkan antara Landak Mini jantan dengan betina dalam satu kandang. Biarkan mereka berdua berada dalam satu kandang sehingga tidak mendapat gangguan dari Landak Mini lainnya.

Demi kelancaran perkawinannya, pastikan pula tidak terdapat tempat persembunyian atau hidding box pada kandang khusus perkawinan Landak Mini tersebut. Cukup sediakan tempat makanan dan minum di dalamnya.

Lalu bagaimana cara mengetahui perbedaan jenis kelamin pada Landak Mini? Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan jarak kelamin dengan anusnya. Jarak kelamin dengan anus pada Landak Mini jantan akan tampak lebih jauh daripada betinanya.

Biarkan kedua Landak Mini tersebut bersama dalam satu kandang selama kurang lebih 2 sampai 4 minggu. Sedangkan masa kehamilannya akan berlangsung selama 35 hari.

Ketika akan memulai proses perkawinan, Landak Mini jantan akan mencari perhatian sang betina. Biasanya ia akan bersiul dan mengelilingi Landak Mini betina. Sang pejantan akan terus melakukannya hingga betina menurunkan duri di punggungnya.

Setelah Landak Mini betina menyerah, maka saat itulah proses perkawinan akan terjadi. Landak Mini jantan akan segera melakukan penetrasi serta mulai membuahi sel telur pada Landak Mini betina.

Setelah masa penggabungan berakhir, pisahkan Landak Mini jantan dari sang betina. Jika pejantan tetap berada dalam satu kandang, kemungkinan besar ia akan memakan anak-anaknya yang akan lahir nanti.

Kenyamanan Landak Mini betina pun perlu diperhatikan. Jika sang betina merasa stres, ia juga berkemungkinan akan memakan anak-anaknya sendiri. Untuk itu, tutuplah sekeliling kandang agar Landak Mini betina merasa berada di tempat yang sepi.

Penyakit yang Sering Menyerang Landak Mini dan Penanganannya

Penyakit Pada Landak Mini

Sumber : Pinterest

Masalah kesehatan Landak Mini juga merupakan poin terpenting dalam pemeliharaannya. Jika kesehatan Landak Mini terganggu, maka Anda sebagai pemeliharanya pun berpotensi terkena dampak buruk akibatnya.

Jangan sampai masalah ini disepelekan. Bisa jadi akibat penyakit yang dialaminya, Landak Mini kesayangan Anda akan mati. Karena itu, wajib bagi Anda untuk memahami hal ini.

#1. Landak Mini Kegemukan (Obesitas)

Bukan hanya manusia, Landak Mini juga bisa mengalami yang namanya kelebihan berat badan atau obesitas. Hal ini tentu tidak baik bagi kesehatannya. Sebab, banyak sekali penyakit susulan yang akan timbul setelahnya.

Obesitas bisa saja dialami oleh Landak Mini ketika ia terlalu banyak mengkonsumsi gula dan lemak. Bahkan bagi manusia sekali pun, makanan yang banyak mengandung kandungan tersebut memang dikenal sebagai biangnya obesitas.

Seharusnya, Landak Mini tidak terlalu banyak diberikan makanan seperti itu. Lebih baik diberi pakan anjing atau kucing yang rendah lemak. Selain itu, pakan seperti itu lebih  kaya akan serat dan protein.

Jika obesitas sudah terlanjur terjadi, maka solusi terbaik adalah dengan membuatnya aktif bergerak. Mungkin Anda bisa menyiapkan roda berputar seperti yang biasa digunakan hamster atau sering mengajak bermain di pekarangan.

#2 Landak Mini Diare

Landak Mini juga sering mengalami gangguan pada pencernaanya, termasuk diare. Serbuk kayu, wadah makan, atau botol minum yang jarang diganti bisa jadi menjadi pemicu timbulnya bakteri penyebab diare bagi Landak Mini.

Makanan yang kurang bersih juga bisa menjadi faktor penyebab terjadinya penyakit ini. Misalnya makanan tersebut langsung diletakan tanpa wadah, sehingga tercampur baur dengan kotoran Landak Mini sendiri.

#3 Landak Mini Scabies

Selain anjing dan kucing, hewan peliharaan lain yang sering terserang scabies adalah Landak Mini. Penyakit ini disebabkan oleh kutu atau tungau. Bagian yang terinfeksi akan terlihat seperti luka dan cukup lama disembuhkan.

Penyakit ini termasuk penyakit menular. Landak Mini yang sudah terserang scabies bisa menularkan penyakitnya kepada Landak Mini lainnya melalui kontak fisik atau kontak terhadap benda-benda yang terkena tungau tersebut.

Jika Landak Mini terserang scabies, Anda perlu rutin membersihkan kandang secara sempurna. Siram seluruh bagian dan aksesoris dengan air belerang atau cairan desinfektan, kemudian jemur di bawah terik matahari. Lakukan hal tersebut secara konsisten setidaknya selama 2 pekan.

Landak Mini yang menderita scabies pun perlu dimandikan secara rutin, minimal selama 2 pekan. Jangan lupa untuk mencampurkan air untuk memandikan Landak Mini dengan belerang sekitar 2 sampai 3 persen.

Jangan lupa untuk segera membawanya ke dokter hewan. Penyakit scabies merupakan penyakit yang cukup berbahaya. Oleh karena itu, jangan sampai Anda menyepelekan masalah ini.

Fakta Unik Nan Menarik Tentang Landak Mini

Fakta Landak Mini

Sumber : daysoftheyear.com

Landak Mini memang merupakan jenis landak yang menggemaskan. Kecantikan serta keanggunan yang dimiliki hewan ini menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan saat ini, keberadaannya sedang digemari sebagai hewan peliharaan.

Namun tahukah Anda? Di balik itu semua, ternyata Landak Mini memiliki beberapa fakta unik yang mungkin belum Anda ketahui. Penasaran apa saja fakta unik tersebut? Berikut ulasannya.

#1 Rentang Usia Landak Mini Berbeda Antara di Alam dan di Penangkaran

Ketika di alam liar, usia seekor Landak Mini tidak begitu lama. Sering kali, pada tahun kedua atau ketiga, hewan ini akan segera menemui ajalnya. Dalam kata lain, usianya di alam liar sana hanyalah 2 atau 3 tahun saja.

Hal tersebut berbeda dengan ketika Landak Mini berada di penangkaran atau ketika menjadi hewan peliharaan. Landak Mini yang dipelihara biasanya mampu bertahan hidup jauh lebih lama. Bahkan sanggup hingga berusia 10 tahun.

#2 Reproduksi Landak Mini Sangat Subur

Tidak hanya kelinci, Landak Mini juga ternyata merupakan jenis hewan yang sangat subur soal masalah reproduksi. Siklus kehamilan yang ia alami terbilang sangat cepat dan tak kenal henti.

Bayangkan saja, masa kehamilan Landak Mini hanya berkisar 35 hari saja. Dan yang lebih mencengangkan, ia mampu melahirkan 6 hingga 8 anak per tahunnya, bahkan terkadang lebih dari itu.

#3 Jumlah Jari Landak Mini Berbeda

Apa jadinya apabila manusia mempunyai jumlah jari tangan dan kaki yang berbeda? Mungkin itu akan menjadi suatu hal yang aneh bukan? Namun bagi Landak Mini, hal seperti itu adalah hal yang biasa.

Seekor Landak Mini memiliki jumlah jari kaki depan dengan jari kaki belakang yang berbeda. Pada kaki depan, jumlah jarinya adalah 5 buah. Sedangkan pada kaki bagian belakang, jumlah kakinya hanya 4 buah saja.

#4 Indra Pengelihatan Landak Mini Kurang Baik

Landak memang memiliki mata yang buruk. Termasuk jenis Landak Mini ini. Oleh sebab itu, mereka lebih mengandalkan indra penciuman serta pendengarannya ketimbang indera pengelihatannya.

#5 Sistem Perlindungan Diri Landak Mini Berbeda dari Landak Lainnya

Untuk menghindari ancaman, mara bahaya, serta gangguan pemangsa, hampir setiap hewan dibekali dengan sistem perlindungan diri. Biasanya, jenis Landak pada umumnya akan menggunakan duri tajam di punggungnya sebagai senjata perlindungan diri.

Berbeda halnya dengan Landak Mini. Karena duri yang dimilikinya tidak tajam dan hanya seperti sikat saja, ia akan menggulungkan dirinya menjadi seperti bola ketika merasa terancam sebagai bentuk perlindungan diri.

#6 Landak Mini Kebal Terhadap Beberapa Jenis Racun dan Bisa

Landak Mini dikabarkan memiliki ketahanan terhadap beberapa jenis racun dan bisa. Ia kebal terhadap bisa ular, bahkan mampu memakan kalajengking tanpa kesakitan setelahnya.

Namun hal ini masih perlu penelitian lebih lanjut lagi. Apakah memang beberapa jenis racun tidak berpengaruh terhadap Landak Mini, atau justru ia hanya “terlihat” tak mengapa ketika terkena beberapa jenis racun tersebut.

#7 Landak Mini Bukan Tipe Hewan yang Pilah Pilih Makanan

Landak Mini merupakan hewan yang terbilang mudah dipelihara. Soal makanan pun mereka tidak pilah pilih. Hampir segala spesies serangga bisa mereka konsumsi, bahkan kalajengking sekali pun.

#8 Kebiasaan Unik Landak Mini

Landak Mini juga memiliki salah satu kebiasaan yang cukup unik. Ia memiliki kebiasaan melumuri tubuhnya dengan saliva (cairan oral dari kelenjar air liur) yang diproduksinya sendiri.

Dengan begitu, Landak Mini akan mengeluarkan aroma yang cukup khas. Namun masih menjadi penelitian apakah itu adalah teknik menarik lawan jenis atau justru sebagai sistem perlindungan diri.

#9 Landak Mini Aktif Pada Malam Hari

Walaupun Landak Mini tak jarang terlihat beraktifitas di siang hari, namun kenyataannya hewan ini termasuk hewan nokturnal atau hewan yang aktif pada malam hari.

Landak Mini akan lebih aktif pada malam hari, terutama ketika mencari makan. Sedangkan waktu mereka di siang hari akan lebih banyak digunakan untuk beristirahat.

#10 Landak Mini Tidak Bisa Berhibernasi

Tidak seperti jenis Landak lainnnya, Hibernasi atau tidur panjang di saat krisis makanan bukanlah hal yang biasa dilakukan oleh Landak Mini. Jika ia tetap melakukannya, maka resiko kematian akan sangat tinggi untuk terjadi.

Bukan tidak berhibernasi, Landak Mini pun memang bisa mengalami aktifitas tersebut. Hanya saja, hal ini sangat beresiko baginya. Untuk itu, jangan pelihara Landak Mini pada suhu yang terlalu dingin agar ia tidak melakukan hibernasi.

Leave a Reply